Akhir minggu lalu, orang tua Mat memutuskan untuk membawa saya melihat tempat lain selain rumah kami dan rumah sakit. Hehe. Saya sih sebenernya seneng-seneng aja diem2 di rumah sambil masak, duduk2 di depan cerobong asap sambil minum coklat anget, atau sekedar chatting sama temen-temen yang kebetulan lagi online. Tapi mereka bener-bener berusaha bikin saya betah dan ga homesick. Mereka sibuk sendiri dari ngatur waktu, persiapan menginap sampe ke makanan apa yang harus dibawa nanti.
Buat saya, pergi ke rumah sakit setiap hari buat ngeliat belahan jiwa saya yang masih berjuang buat bangun aja, udah lebih dari cukup. Saya toh ada di Inggris bukan untuk berlibur atau hura-hura. Saya bener-bener ga minta apa-apa lagi selain bisa ngeliat Mat setiap hari selama 3 bulan ke depan. Itu aja ko' keinginan sederhana saya.
Sebelum saya cerita soal ke mana mereka mengajak saya, saya update dulu ya soal kondisi terakhir Mat hari ini. Kemarin dan hari ini, Mat lumayan agak "sadar". Saya sengaja mengutip kata sadar karena sadar yang saya maksud tentu saja bukan sadar seperti apa yang tertera di Kamus Besar Bahasa Indonesia yang artinya "insaf; merasa; tahu dan mengerti:siuman; ingat kembali"
Sadar di sini adalah kondisi ketika Mat bisa memberikan sedikit reaksi dari suara2 yang ada di ruangan dia. Misalnya, kalau saya berkata sesuatu ke dia "Sayang, can you hear me? Squeeze my hand if you can" - Dan dia ngelakuin apa yang saya minta. Atau hal lain kaya waktu saya tanya apa dia mau saya bacain buku, dia akan beraksi lewat remasan tangan yang menggenggam jemari saya. Remasan tangannya juga berubah2 setiap hari. Kadang suatu hari remasannya kenceng banget. Misalnya waktu hari ke dua saya sampai di Inggris, dia kayaknya baru sadar saya bener-bener berbicara di samping dia, bukan lewat telepon, dia meremas tangan saya seharian. Ga mau dilepasnya tangan saya, sampai waktu berkunjung habis. Tapi kadang remasannya juga lemah dan saya kadang2 suka ga tega meminta dia melakukan sesuatu ; meremas tangan, menggelengkan kepala, mengedipkan mata, dll.
Saya ga pernah tau gimana rasanya ada di kondisi yang Mat alami saat ini. Koma. Tidak sepenuhnya sadar. Atau apalah istilah lain yang orang sebut. Intinya, yang saya tau, dia masih ada di sana. Dia mendengar saya. Dia hanya engga dan belum bisa berbuat banyak untuk menunjukkan bahwa dia ada di sana. Saya mencoba untuk memposisikan diri jika saya jadi Mat. Setiap bangun tidur, saya tidak langsung membuka mata. Saya membayangkan bagaimana rasanya lemas, tak bertenaga, mendengar suara yang memanggil2 saya, lalu saya bisa mendengar tapi tidak bisa bergerak atau berbicara untuk menjawab! Ya tuhan, rasanya benar-benar frustated! Kalau kalian pernah merasakan yang namanya "Eureup-eureup" pasti bisa mengerti gimana rasanya. Eureup-eureup itu bahasa sunda, ini kondisi ketika kalian tidur, trus tiba2 terbangun karena merasa tertimpa sesuatu (atau kadang-kadang seseorang) dan kalian ga bisa bergerak sama sekali, ga bisa bicara walaupun berusaha sekuat tenaga buat ngomong atau teriak minta tolong, dan terkadang merasa seperti tercekik ga bisa napas. Lalu entah bagaimana, dalam kondisi Eureup-eureup ini kalian kadang bisa melihat badan kalian sendiri. Jadi seperti kalian terlepas dari badan sendiri dan melihat diri sendiri. Pernah ga ngerasa gitu? Saya pernah. Beberapa kali malah.
Nah saya merasa Mat mungkin saat ini ada dalam keadaan seperti itu. Entahlah. Mungkin itu hanya pemikiran saya saja.
Hari ini dia tersenyum ketika Mamanya bercerita kepada dia bahwa saya mendapatkan hadiah sebuah gaun yang sangat indah (dan seksi) dari sepupunya. Sambil bercanda, Mamanya berkata "You better wake up soon to see her in that sexy dress and give me grandchildren!". Kami semua benar2 bahagia melihat dia melengkungkan bibirnya membentuk senyuman yang cukup lama sambil meremas tangan saya. Dalam hati saya berdoa, semoga Allah memberkati jalannya untuk segera bangun dan sehat kembali.
Sampai hari ini dokter dan tim ahli masih berkutat dengan tes-tes yang mereka lakukan untuk memastikan bahwa Mat bebas dari infeksi supaya dia bisa dipindahkan ke rehabilitasi, yang tentu saja diharapkan akan membuat kondisi Mat lebih baik. Karena tidak seperti di rumah sakit, di rehabilitasi mereka akan memonitor dan memberikan perawatan intensif 24 jam untuk pasien2 dengan brain injury seperti Mat. Dalam sujud2 saya, ga pernah lepas doa untuk dia agar lebih kuat setiap harinya. Supaya dia bisa menemukan jalan "pulang" dan kembali pada kami.
OK.
Sekarang mari saya ceritakan tentang weekend saya.
Jadi ceritanya, saya kan sangat terpukau dengan ukuran binatang2 di sini yang dua kali lebih besar. Sapi, domba, ayam, kuda - masyaallah, saya ga boong. Kuda di sini segede2 kuda kaya di Lord of The Ring. Saya berada jadi hobbit di sini, bok. Klein!! Nah mamanya lalu menawarkan saya untuk pergi berkunjung ke rumah keponakannya (jadi sepupunya Mat, dia kira2 umurnya 37-an) yang punya peternakan. Saya bilang selama itu ga ganggu waktu berkunjung ke rumah sakit, saya sih hayuk aja (ga di mana-mana, saya emang murah). Setelah heboh mamahnya ngobrol di telepon, sepakatlah kami untuk nginep di rumah Angela, nama sepupunya Mat, satu malam. Jumat malam, dari rumah sakit, kami langsung menuju rumah Angela di Leicester yang berjarak kira-kira 1 jam dr rmh sakit.
| foto diambil siang hari ketika pulang dari peternakan |
Waktu kami sampai, di dalam rumah Angela sudah berkumpul dan duduk manis semua anggota keluarga lainnya. Satu persatu saya diperkenalkan ke anak2 dan suaminya. Angela ini heboh banget orangnya, saudara-saudara. Sumpah deh, saya geleng2 kepala terus kalau dia ngomong. Lucu bangaaat! Udah gitu dia lebih lebay ternyata dari mamake laki gw! Belum apa-apa saya udah dibanjiri hadiah ini itu. Dari mulai boots, jaket, baju hangat, gaun, segala macem body butter, gelang, iket rambut, BH (oh yes, baby.. dia TAU gw banget!), sampe ke coklat segambreng yang dia udah siapin sebelum saya dateng.
| liat nih! Dead by chocolate semaleman ngemil ini sambil ngobrol ngalur ngidul |
Kami kemudian ngobrol sampe jam 1 pagi berbicara A-Z tentang semua hal. Saya lalu pamit ke kamar karena besok paginya, bocah2 pada mau ngajakin saya liat "peliharaan" mereka di peternakan. Mereka menyiapkan kamar untuk saya di loteng. Persis kaya kamar Harry Potter. Sayang saya ga ngambil foto kamarnya. Lupa. Dan kecapean juga waktu itu, begitu masuk kamar langsung tepar.
Angela punya 6 anak (3 anak tiri, dari suaminya, yang udah pada gede - dan 3 anak kandung, yg masih pitik2). Saya langsung jatuh cinta sama si bungsu. Namanya Broody baru berumur 3 tahun. Liat ni anak kaya liat Mat waktu masih kecil. Lucu ga ketulungan. Udah gitu ya, dia jago banget bahasa Inggrisnya, men. Udah gitu pake ditambahain aksen pula! Ck ck ck canggih. Sebagai contoh ; Broody selalu mengucapkan kata WHAT?, dengan muka yang menggemaskan. Mungkin dia baru denger logat bahasa Inggris saya yang kesunda-sundaan. Jadi dia bingung dan berkata what banyak sekali. Coba tolong dibayangkan, ketika dia mengucapkan kata WHAT, huruf T-nya ga pernah terdengar. Awalnya saya membatin, nyolot amat ni bocah. Bentar-bentar WHAA.. WHAA.. WHAA?? Macam rapper2 gitu. Tapi dengan aksen Inggris kental tentu saja.
| nah tuh. Nyolot kan?! |
Lalu yang kedua, si manis yang cantik dan pemalu. Maddison. Umurnya 5 tahun. Mereka memanggilnya Maddy. Oh.. she's a doll. Cantik banget. Beda dengan Broody yang matanya coklat, Maddy punya mata yang berwarna biru terang. Cantik banget kalo pake baju pink! Dia bikin hasta karya untuk saya sebuah gambar bunga yang dia tempel dari guntingan kertas warna warni. Dia juga ngasih saya satu tas kecil yang isinya kutek, cepitan rambut, kaos kaki lucu, dll. Huuaa lucu ga ketulungan. Oh iya. Saya harus menceritakan ini. Waktu pertama kali datang dan memperkenalkan diri, Maddy dengan malu-malau bertanya ke pada saya "Anda, how long does it take walking from Indonesia to England?" Eeee. Saya speachless. Mau ketawa ngakak tapi liat muka dia serius banget. Sambil senyum dan megang idung dia, saya jawab "It will take quite some times, Maddy. Maybe years. Fortunatelly I didnt have to walk all the way from Indonesia to England. The airplane took me from Jakarta to here. It's much quicker than walking, darling."
Saya menahan diri untuk tidak tertawa sementara semua orang dengan seenak udelnya ngakak setelah saya menjawab itu. Maddy, mengangguk2 mendengar jawaban saya dan tidak terlihat tersinggung oleh cekakakan anggota keluarga lainnya.
| Maddy, the sweetest girl in the farm. |
| Anda and Maddy in the car. |
Dan beneran dong, di antara kerumunan domba2 itu, keluar dan menyembul-lah satu domba yang berlari ke arah kami. Saya mangap ga percaya. Ini beneran domba nurut banget sama Maddy! Dia pake acara nyium2 segala. Duuuh, lucunya ga ketulungan. Saya berhasil memperkenalkan diri dan memberik makan Spot. Lalu kami berlari2 dan berkeliling di sekitar peternakan sebentar sampai saya bilang ke Maddy dan Broody kalau saya harus kembali ke rumah sakit. Muka mereka yang tadinya berseri2, berubah seketika menjadi merengut. Maddy terutama. Dia sedih banget waktu saya masuk mobil dan melambaikan tangan. Waktu berpelukan pamit, dia bertanya kepada saya "would you like to come again one day?" Ohhh.. melelehlah saya dengan tatapan matanya yang seperti kelereng biru. Huhuu, saya memeluk dan menciumnya bertubi2 dan mengelitiki sampai dia tertawa-tawa sambil berkata "Of course, Maddison!!"
Lalu hal yang sama saya lakukan kepada si bungsu Broody. Hhhhh.. yang satu ini saya sampe harus berguling2 dulu beberapa menit sampe dia kecapean ketawa saya kelitikin.
Ah, what a nice day.
Saya senang sekali bisa menghabiskan waktu di rumah mereka. Melihat alam yang cantik, berkenalan dengan keluarga Mat yang lain. Dan saya merasa beruntung mereka menyukai saya apa adanya.
Dalam perjalanan ke rumah sakit, saya menangis diam-diam. Ada sedih yang terasa dalam bahagia dan tawa saya bersama bocah-bocah itu. Seandainya Mat lihat dan ada bersama kami. Pasti akan lebih indah.
Ah, lagi. Saya tidak mau lancang. Ini saja sudah lebih dari cukup. Saya akan menceritakan setiap detail yang saya lalukan di peternakan kepada Mat begitu saya sampai di rumah sakit, batin saya dalam hati.
Nah, di bawah ini ada beberapa foto yang berhasil saya ambil dari petualangan saya di peternakan bersama dua bocah yang menggemaskan.
Sampai di sini dulu, saya harus siap2 berangkat ke rumah sakit. Tot blog!!
| Maddy dan Broody ngasih makan dan "ngobrol" sama sapi-sapi mereka. |
| Broody sibuk menengok ke arah saya, memastikan saya tidak tertertinggal jauh. Sementara Maddy sibuk memanggil2 Spot. |
| Got it. Itu Spotty! Si Broody kemudian lupa diri. Langsuung kabur melupakan saya. Hiksss |
| Perkenalan saya dengan Spot. Maddy took this picture looh. Good girl! |
| Maddy dan Broody ngasih makan piaraan mereka. Liat tuh muka si Spot. Domba ternyolot yang pernah saya liat. |
| Maddy best spot. Dia suka banget gelantungan di sini. Broody sok2 berpose ala model pria dewasa. (._.!) |
| Mooooooo.. nice to meet yooouuuu!! |
Sekian dan terima kasih.
xxx