28.2.12

One fine day in the farm

Akhir minggu lalu, orang tua Mat memutuskan untuk membawa saya melihat tempat lain selain rumah kami dan rumah sakit. Hehe. Saya sih sebenernya seneng-seneng aja diem2 di rumah sambil masak, duduk2 di depan cerobong asap sambil minum coklat anget, atau sekedar chatting sama temen-temen yang kebetulan lagi online. Tapi mereka bener-bener berusaha bikin saya betah dan ga homesick. Mereka sibuk sendiri dari ngatur waktu, persiapan menginap sampe ke makanan apa yang harus dibawa nanti. 

Buat saya, pergi ke rumah sakit setiap hari buat ngeliat belahan jiwa saya yang masih berjuang buat bangun aja, udah lebih dari cukup. Saya toh ada di Inggris bukan untuk berlibur atau hura-hura. Saya bener-bener ga minta apa-apa lagi selain bisa ngeliat Mat setiap hari selama 3 bulan ke depan. Itu aja ko' keinginan sederhana saya.

Sebelum saya cerita soal ke mana mereka mengajak saya, saya update dulu ya soal kondisi terakhir Mat hari ini. Kemarin dan hari ini, Mat lumayan agak "sadar". Saya sengaja mengutip kata sadar karena sadar yang saya maksud tentu saja bukan sadar seperti apa yang tertera di Kamus Besar Bahasa Indonesia yang artinya "insaf; merasa; tahu dan mengerti:siuman; ingat kembali"
Sadar di sini adalah kondisi ketika Mat bisa memberikan sedikit reaksi dari suara2 yang ada di ruangan dia. Misalnya, kalau saya berkata sesuatu ke dia "Sayang, can you hear me? Squeeze my hand if you can" - Dan dia ngelakuin apa yang saya minta. Atau hal lain kaya waktu saya tanya apa dia mau saya bacain buku, dia akan beraksi lewat remasan tangan yang menggenggam jemari saya. Remasan tangannya juga berubah2 setiap hari. Kadang suatu hari remasannya kenceng banget. Misalnya waktu hari ke dua saya sampai di Inggris, dia kayaknya baru sadar saya bener-bener berbicara di samping dia, bukan lewat telepon, dia meremas tangan saya seharian. Ga mau dilepasnya tangan saya, sampai waktu berkunjung habis. Tapi kadang remasannya juga lemah dan saya kadang2 suka ga tega meminta dia melakukan sesuatu ; meremas tangan, menggelengkan kepala, mengedipkan mata, dll. 
 
Saya ga pernah tau gimana rasanya ada di kondisi yang Mat alami saat ini. Koma. Tidak sepenuhnya sadar. Atau apalah istilah lain yang orang sebut. Intinya, yang saya tau, dia masih ada di sana. Dia mendengar saya. Dia hanya engga dan belum bisa berbuat banyak untuk menunjukkan bahwa dia ada di sana. Saya mencoba untuk memposisikan diri jika saya jadi Mat. Setiap bangun tidur, saya tidak langsung membuka mata. Saya membayangkan bagaimana rasanya lemas, tak bertenaga, mendengar suara yang memanggil2 saya, lalu saya bisa mendengar tapi tidak bisa bergerak atau berbicara untuk menjawab! Ya tuhan, rasanya benar-benar frustated! Kalau kalian pernah merasakan yang namanya "Eureup-eureup" pasti bisa mengerti gimana rasanya. Eureup-eureup itu bahasa sunda, ini kondisi ketika kalian tidur, trus tiba2 terbangun karena merasa tertimpa sesuatu (atau kadang-kadang seseorang) dan kalian ga bisa bergerak sama sekali, ga bisa bicara walaupun berusaha sekuat tenaga buat ngomong atau teriak minta tolong, dan terkadang merasa seperti tercekik ga bisa napas. Lalu entah bagaimana, dalam kondisi Eureup-eureup ini kalian kadang bisa melihat badan kalian sendiri. Jadi seperti kalian terlepas dari badan sendiri dan melihat diri sendiri. Pernah ga ngerasa gitu? Saya  pernah. Beberapa kali malah. 
Nah saya merasa Mat mungkin saat ini ada dalam keadaan seperti itu. Entahlah. Mungkin itu hanya pemikiran saya saja. 
Hari ini dia tersenyum ketika Mamanya bercerita kepada dia bahwa saya mendapatkan hadiah sebuah gaun yang sangat indah (dan seksi) dari sepupunya. Sambil bercanda, Mamanya berkata "You better wake up soon to see her in that sexy dress and give me grandchildren!". Kami semua benar2 bahagia melihat dia melengkungkan bibirnya membentuk senyuman yang cukup lama sambil meremas tangan saya. Dalam hati saya berdoa, semoga Allah memberkati jalannya untuk segera bangun dan sehat kembali.

Sampai hari ini dokter dan tim ahli masih berkutat dengan tes-tes yang mereka lakukan untuk memastikan bahwa Mat bebas dari infeksi supaya dia bisa dipindahkan ke rehabilitasi, yang tentu saja diharapkan akan membuat kondisi Mat lebih baik. Karena tidak seperti di rumah sakit,  di rehabilitasi mereka akan memonitor dan memberikan perawatan intensif 24 jam untuk pasien2 dengan brain injury seperti Mat. Dalam sujud2 saya, ga pernah lepas doa untuk dia agar lebih kuat setiap harinya. Supaya dia bisa menemukan jalan "pulang" dan kembali pada kami.


OK. 
Sekarang mari saya ceritakan tentang weekend saya. 
Jadi ceritanya, saya kan sangat terpukau dengan ukuran binatang2 di sini yang dua kali lebih besar. Sapi, domba, ayam, kuda - masyaallah, saya ga boong. Kuda di sini segede2 kuda kaya di Lord of The Ring. Saya berada jadi hobbit di sini, bok. Klein!! Nah mamanya lalu menawarkan saya untuk pergi berkunjung ke rumah keponakannya (jadi sepupunya Mat, dia kira2 umurnya 37-an) yang punya peternakan. Saya bilang selama itu ga ganggu waktu berkunjung ke rumah sakit, saya sih hayuk aja (ga di mana-mana, saya emang murah). Setelah heboh mamahnya ngobrol di telepon, sepakatlah kami untuk nginep di rumah Angela, nama sepupunya Mat, satu malam. Jumat malam, dari rumah sakit, kami langsung menuju rumah Angela di Leicester yang berjarak kira-kira 1 jam dr rmh sakit. 
 
foto diambil siang hari ketika pulang dari peternakan
 
Waktu kami sampai, di dalam rumah Angela sudah berkumpul dan duduk manis semua anggota keluarga lainnya. Satu persatu saya diperkenalkan ke anak2 dan suaminya. Angela ini heboh banget orangnya, saudara-saudara. Sumpah deh, saya geleng2 kepala terus kalau dia ngomong. Lucu bangaaat! Udah gitu dia lebih lebay ternyata dari mamake laki gw! Belum apa-apa saya udah dibanjiri hadiah ini itu. Dari mulai boots, jaket, baju hangat, gaun, segala macem body butter, gelang, iket rambut, BH (oh yes, baby.. dia TAU gw banget!), sampe ke coklat segambreng yang dia udah siapin sebelum saya dateng. 
 
liat nih! Dead by chocolate semaleman ngemil ini sambil ngobrol ngalur ngidul
Kami kemudian ngobrol sampe jam 1 pagi berbicara A-Z tentang semua hal. Saya lalu pamit ke kamar karena besok paginya, bocah2 pada mau ngajakin saya liat "peliharaan" mereka di peternakan. Mereka menyiapkan kamar untuk saya di loteng. Persis kaya kamar Harry Potter. Sayang saya ga ngambil foto kamarnya. Lupa. Dan kecapean juga waktu itu, begitu masuk kamar langsung tepar. 
Angela punya 6 anak (3 anak tiri, dari suaminya, yang udah pada gede - dan 3 anak kandung, yg masih pitik2). Saya langsung jatuh cinta sama si bungsu. Namanya Broody baru berumur 3 tahun. Liat ni anak kaya liat Mat waktu masih kecil. Lucu ga ketulungan. Udah gitu ya, dia jago banget bahasa Inggrisnya, men. Udah gitu pake ditambahain aksen pula! Ck ck ck canggih. Sebagai contoh ; Broody selalu mengucapkan kata WHAT?, dengan muka yang menggemaskan. Mungkin dia baru denger logat bahasa Inggris saya yang kesunda-sundaan. Jadi dia bingung dan berkata what banyak sekali. Coba tolong dibayangkan, ketika dia mengucapkan kata WHAT, huruf T-nya ga pernah terdengar. Awalnya saya membatin, nyolot amat ni bocah. Bentar-bentar WHAA.. WHAA.. WHAA?? Macam rapper2 gitu. Tapi dengan aksen Inggris kental tentu saja.

nah tuh. Nyolot kan?!

Lalu yang kedua, si manis yang cantik dan pemalu. Maddison. Umurnya 5 tahun. Mereka memanggilnya Maddy. Oh.. she's a doll. Cantik banget. Beda dengan Broody yang matanya coklat, Maddy punya mata yang berwarna biru terang. Cantik banget kalo pake baju pink! Dia bikin hasta karya untuk saya sebuah gambar bunga yang dia tempel dari guntingan kertas warna warni. Dia juga ngasih saya satu tas kecil yang isinya kutek, cepitan rambut, kaos kaki lucu, dll. Huuaa lucu ga ketulungan. Oh iya. Saya harus menceritakan ini. Waktu pertama kali datang dan memperkenalkan diri, Maddy dengan malu-malau bertanya ke pada saya "Anda, how long does it take walking from Indonesia to England?" Eeee. Saya speachless. Mau ketawa ngakak tapi liat muka dia serius banget. Sambil senyum dan megang idung dia, saya jawab  "It will take quite some times, Maddy. Maybe years. Fortunatelly I didnt have to walk all the way from Indonesia to England. The airplane took me from Jakarta to here. It's much quicker than walking, darling." 
Saya menahan diri untuk tidak tertawa sementara semua orang dengan seenak udelnya ngakak setelah saya menjawab itu. Maddy, mengangguk2 mendengar jawaban saya dan tidak terlihat tersinggung oleh cekakakan anggota keluarga lainnya.
Maddy, the sweetest girl in the farm. 
 Pagi-pagi setelah sarapan, kami sudah sibuk berganti pakaian. Saya sudah membungkus diri dengan pakaian hangat. Sehangat-hangatnya. Kami mau pergi belanja sebentar ke supermarket di dekat peternakan untuk membeli beberapa barang yang Angela mau. Di perjalanan, Maddy dan Broody duduk anteng. Maddy sibuk ngoceh memunjukan ini dan itu, lagaknya udah kaya guide pro aja doi.
Anda and Maddy in the car.
 Sepulang dari belanja, saya langsung ganti sepatu. Kali ini saya pake boots yang biasa dipake orang-orang di Jakarta kalo kebanjiran. Yak. Maddy dan Broody mengajak saya melihat Spot, anak domba peliharaan mereka. Dan tour ke kandang-kandang untuk memperlihatkan sapi2 yang kebanyakan makan junk food sehingga badannya aga membengkak, macam kena obesitas. Untuk menemukan Spot ga gampang karena kami harus pergi ke ladang yang cukup luas dan mencari Spot di antara domba-domba lainnya. Maddy bilang, Spot akan nyamperin dia begitu dia denger Maddy memanggil namanya. Saya ngangguk2 aja pas dia bilang gitu. Aga sedikit ga percaya. Masa sih domba bisa jadi piaraan dan nurut sama bocah umur 5 taun?!? Eh do do e. Ternyata benar, setelah berlari ke tengah lapangan luas, kami berhasil menemukan sekumpulan domba, macam di kartun shaun the sheep. Maddy berteriak sambil mengangkat2 plastik yang berisi roti yang sudah kami siapkan dari rumah untuk Spot. "Spotty.. where are you? I have somehting for you here. Come to meeeee...."

Dan beneran dong, di antara kerumunan domba2 itu, keluar dan menyembul-lah satu domba yang berlari ke arah kami. Saya mangap ga percaya. Ini beneran domba nurut banget sama Maddy! Dia pake acara nyium2 segala. Duuuh, lucunya ga ketulungan. Saya berhasil memperkenalkan diri dan memberik makan Spot. Lalu kami berlari2 dan berkeliling di sekitar peternakan sebentar sampai saya bilang ke Maddy dan Broody  kalau saya harus kembali ke rumah sakit. Muka mereka yang tadinya berseri2, berubah seketika menjadi merengut. Maddy terutama. Dia sedih banget waktu saya masuk mobil dan melambaikan tangan. Waktu berpelukan pamit, dia bertanya kepada saya "would you like to come again one day?" Ohhh.. melelehlah saya dengan tatapan matanya yang seperti kelereng biru. Huhuu, saya memeluk dan menciumnya bertubi2 dan mengelitiki sampai dia tertawa-tawa sambil berkata "Of course, Maddison!!"
Lalu hal yang sama saya lakukan kepada si bungsu Broody. Hhhhh.. yang satu ini saya sampe harus berguling2 dulu beberapa menit sampe dia kecapean ketawa saya kelitikin.
Ah, what a nice day.

Saya senang sekali bisa menghabiskan waktu di rumah mereka. Melihat alam yang cantik, berkenalan dengan keluarga Mat yang lain. Dan saya merasa beruntung mereka menyukai saya apa adanya.

Dalam perjalanan ke rumah sakit, saya menangis diam-diam. Ada sedih yang terasa dalam bahagia dan tawa saya bersama bocah-bocah itu. Seandainya Mat lihat dan ada bersama kami. Pasti akan lebih indah.
Ah, lagi. Saya tidak mau lancang. Ini saja sudah lebih dari cukup. Saya akan menceritakan setiap detail yang saya lalukan di peternakan kepada Mat begitu saya sampai di rumah sakit, batin saya dalam hati.

Nah, di bawah ini ada beberapa foto yang berhasil saya ambil dari petualangan saya di peternakan bersama dua bocah yang menggemaskan.

Sampai di sini dulu, saya harus siap2 berangkat ke rumah sakit. Tot blog!!

Maddy dan Broody ngasih makan dan "ngobrol" sama sapi-sapi mereka.

Broody sibuk menengok ke arah saya, memastikan saya tidak tertertinggal jauh. Sementara Maddy sibuk memanggil2 Spot.

Got it. Itu Spotty! Si Broody kemudian lupa diri. Langsuung kabur melupakan saya. Hiksss

Perkenalan saya dengan Spot. Maddy took this picture looh. Good girl!

Maddy dan Broody ngasih makan piaraan mereka. Liat tuh muka si Spot. Domba ternyolot yang pernah saya liat.

BEST PIC sejauh ini. Boooo tebak apa yang Broody bilang ke saya? Yep. Coba ditranslate dan dibayangkan sendiri dia berkata seperti ini dalam bahasa Inggris "Anda, Liat.. EEK!" Ahahaha! Saya mati ngakak di tengah lapangan!

Maddy best spot. Dia suka banget gelantungan di sini. Broody sok2 berpose ala model pria dewasa. (._.!)

Mooooooo.. nice to meet yooouuuu!!





Sekian dan terima kasih.
xxx

20.2.12

England : Home of my love, here I am now.

Hari ke 6.

Masih kedinginan kaya anak kucing kesiram air. Brrrr... 

Saya menulis ini dengan jari tangan yang mengerut kedinginan minta ditutupi sarung tangan. Demi kalian, teman-teman tersayang, saya lepaskan sarung tangan  dan menarikan jari2 yang kedinginan di atas keyboard kecil saya untuk sedikit kabar.

Perjalanan 23 jam dari Jakarta ke London benar-benar membuat saya drop drop drop. Ga bisa tidur, tapi tetep ga nolak kalo ditawarin makan di pesawat. Hehe, abis makanannya lumayan enak booo.. Selama perjalanan, perasaan saya campur aduk. Takut, seneng, ga sabar, deg2an, ah.. pokonya campur jadi satu. Dalam tidur ayam saya, masih ga percaya saya ada di dalam pesawat menuju rumah lelakiku. Inggris.


Teman setia, penenang hati dikala galau melanda selama perjalanan ke Heathrow.

Setelah berdiri ngantre di imigrasi Heathrow 2 jam menunggu passport saya dicap, saya disambut pelukan hangat dari Heather, Mama Mat, di pintu keluar. Mamahnya sampe lari nerobos palang antre-an demi melihat saya celingak celinguk sambil ngedorong trolly dengan 2 koper ditumpuk manis.
Aaaaah.. Lama saya memeluk beliau sambil menangis, sampai juga di Inggris. Batin saya dalam hati.  Alhamdulillah.

Muka saya langsung terasa ditusuk jarum2 kecil begitu kami berjalan ke luar bandara menuju ke parkiran. DINGIN BANGEEET. Mereka tertawa2 melihat saya menggigil dan saya sibuk dengan uap yang keluar dari mulut saya setiap saya tertawa dan berkata sesuatu. Haduh, norak lo nda! Mat PASTI akan ngeledekin saya seumur idup kalo dia liat ini. (-_-')

Kaya waktu pertama kali dia bawa saya ke puncak salah satu gunung di Bali dan saya melihat kabut yang sangaaaaat tebal untuk pertama kalinya. Dia ngakak ga berenti2 ngeliat saya mangap2 dan berusaha nangkep kabut di sekeliling saya. Yes, yes, yes, i was like an idiot. But hey, bukankah kita selalu terpesona pada sesuatu yang pertama kali kita lihat?! So, ya udah deh ya. Tolong dimaklumin.

Anyway.

Saya merengek untuk langsung pergi ke rumah sakit kepada mereka, walaupun mereka memaksa untuk  membawa saya ke suatu tempat dulu untuk makan dulu. Saya menolak. Saya sudah tidak sabar ingin bertemu lelakiku. Ohh.. that feeling!!! Benar-benar membuat badan bergidik. Mereka pun tidak bisa menahan permintaan saya, dan kami langsung meluncur dari airport ke rumah sakit di Derby Hospital.

Waktu saya sampai, dia sedang tidak ada di ruangan karena harus dibawa ke ruang MRI untuk scan. Saya langsung khawatir, takut terjadi apa-apa. Tapi mereka bilang itu hal rutin yang biasa dilakukan. Jadi mereka memeinta saya untuk tidak khawatir. 
Saya menunggu dia di depan pintu ruang MRI scan. Meski saya sudah dilapisi 3 jaket dan sarung tangan, dan berada di dalam ruangan, badan saya masih tetap menggigil. Lebih karena gugup bertemu dia lagi setelah 4 bulan, dan khawatir kalau2 dia kenapa-kenapa dari MRI scan ini. Orang tua Mat bilang, Mat mungkin akan tertidur dan tidak akan menyadari kehadiran saya setelah MRI scan. Saya pun maklum dan mengerti. Saya tidak perlu dia melakukan sesuatu ; bergerak atau membuka mata, saya hanya ingin melihat dia lagi. Itu sudah lebih dari cukup.

Setengah jam kemudian, dia keluar dari ruang MRI scan.

Ya Tuhan... My sayang. There he is, kata saya dalam hati. Gusti... saya benar2 tidak bisa menahan air mata. Saya berusaha menenangkan diri dan kuat berjalan menghampiri dia. Si porter, yang bertugas mendorong dan membawa Mat kembali ke ruangannya berhenti melihat saya di depan pintu dan tersenyum, seolah mengatakan "Silahkan kalau mau berkata Hallo."

Tidak ada kata-kata yang keluar. Speachless! Dan saya sudah tidak perduli ketika muka saya sudah banjir airmata. Saya menyentuhkan jari-jari saya ke wajah dan tangannya. Dia bergerak. Ya Allah.. saya melonjak kaget. Demi tuhan saya langsung membeku. Mama dan Papanya menarik badan saya dan membiarkan si porter mendorong ranjang Mat kembali ke ruanganya di lantai 4. 

Mereka menenangkan saya dengan secangkir coklat panas. Saya menarik napas beberapa kali. Mencoba mengontrol diri. Masih saja saya merasa ini mimpi. Karena MEMANG saya sering memimpikan hal ini terjadi suatu hari nanti. Tapi ternyata ini bukan mimpi. Saya berada di Inggris dan saya melihat dia lagi!! Saya bahkan menyentuhnya beberapa saat yang lalu. Oh bless...


Setelah suster sudah memindahkan Mat ke ruangannya dan membuatnya nyaman, saya masuk dan berdiri di samping tempat tidurnya. Masih dengan tangan bergetar, saya meletakkan tangan saya di atas telapak tangannya. Lalu saya saya mencium kening dan pipinya sambil berkata, "Hallo Sayang.. Good to see you again.


Saya menghabiskan 2 jam berdiri di samping dia memandanginya tanpa berhenti. Oh, how much i miss this man!! Sampai akhirnya saya harus pulang ke rumah. Saya tdak sama sekali merasakan jetleg, mungkin terlalu excited bertemu dengan dia. 

*****


Saya terbangun di kamar mungil yang "hangat" keesokan harinya. Untuk sekian kalinya saya katakan ini, saya masih terasa seperti mimpi.
Saya langsung turun ke bawah setelah sekitar 10 menit memandang ke luar jendela pemandangan dr tmpt tidur saya. I'm really in England now

ini pemandangan dari jendela kamar tidur saya

Jam 6 pagi. Di luar masih gelap dan saya bisa menebak seperti apa dinginnya kalau saya buka jendela or pintu rumah. Jadi saya hanya berdiri saja di samping pintu dapur sambil memegang secangkir coklat panas.
 
Beberapa menit kemudian, saya benar2 tidak bisa menahan godaan untuk menentang udara dingin. Dengan 3 lapis jaket, 2 syal dan boots selutut, saya mengambil kamera dan memberanikan diri ke luar kamar dan berjalan ke luar rumah.
 
Rumah "saya" nyempil di tengah situ.

ini tampak lebih dekat.

belakang rumah

jalan samping menuju belakang rumah

Bbbrrr.. dingin. Saya hanya bertahan selama kurang lebih 10 menit berjalan ke luar rumah dan mengambil foto-foto di atas. Lalu berlari ke dalam rumah dengan napas tersenggal2 kedinginan.

Oh. Saya harus menceritakan bagaimana Mama dan Papanya sudah sangat siap menyediakan saya dengan segala perlengkapan musim dingin yang saya perlukan jauuuh sebelum saya sampai dan menjejakkan kaki di Inggris. Mamanya bahkan sudah menyiapkan SEMUANYA (jaket, baju dingin, boots, syal, dll) untuk saya dari bulan oktober taun lalu!!  Agak berlebay memang beliau ini. Bless her..
Saya sebenarnya sudah diwanti2 untuk tidak usah membawa apa-apa dari Indonesia, tapi ya moso saya ga bawa baju sama sekali ya. Dasar saya deugeul (keras kepala, in sundanese) saya teteup bawa baju2 saya satu koper penuh. Mamanya geleng2 kepala pas liat baju2 saya dan berkata "Where do you think you'll wearing these clothes to, Anda?! You'll be freeze with these clothes!!" Hehe.. dia kanan. She's right. Ini beberapa poto yang bisa kalian lihat betapa mereka sangat mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang untuk kedatangan saya.

Sepatu WAJIB yg harus dipakai di dalam rumah, kalau ga mau kaki beku kedinginan. 
peralatan perang dalam rumah : piyama, jaket, kaos kaki, dan mantel bulu.


Ini satu lemari isinya baju2 yg udah disiapin. Dan masih ada satu lemari di kamar sebelah, isinya jaket semua!!!
lucu ya kaos kaki akyuuuu


I love this little room
favorite spot in the house. WARM!!
Pintu masuk rumah
tempat favorite kedua setelah cerobong asap, yes.. dapur!

  
Saya tidak sabar menunggu jam 11 karena itu berari waktunya berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk kekasih hati. Mandi adalah hal yang paling saya kurang suka sekarang. Walaupun kami punya air panas, tapi tetap saja dingin yg akan saya rasakan setelah saya mengeringkan badan akan terasa sangaaaaaat menusuk.


Kota tempat tinggal lelakiku sangat indah. Saya benar-benar jatuh cinta dengan keasrian dan pemandangan kota kecil ini. Cantik sekali.
Mereka bilang, kota ini akan terlihat sangat cantik di musim panas. Soalnya di saat sekarang ini semua terlihat grey karena cuaca yg masih belum begitu baik. Booo ini aja udah cakep banget deh menurut gw! Ga usah menunggu summer juga udah terlihat luar biasa mempesona bagi saya.

Saya ambil beberapa poto di perjalanan dari rumah ke rumah sakit. I love the houses around here. Mengingatkan saya pada film The Holiday!! 
salah satu bangunan tua yg banyak saya lihat di sepanjang jalan
Ga ada macet dong! :))
SUKA sekali bangunan ini!!
Jalanan waktu "normal" (sama sekali ga ada macet, sepi booos!)
Berliku2 turun ke bawah, ini aslinya cantik bgt. Maaf kamera saya jelek, jd gambarnya gelap.
Aaaaahh.. look, sheeps!!
Demi dapet foto lebih deket, saya memelas minta papanya berhenti sebentar untuk melihat Shaun the Sheep lebih jelas. Hehe.. ada bulu mereka yg rontok nih. Ga pake Dove kali ni domba2!!
I wont walk in that kind of weather, man! Too cold dong!!!

Ok, time to go. Untuk sementara, saya bercerita sampai sini dulu ya. Saya akan berusaha untuk mengupdate apa yang terjadi selama saya di sini.

Semua yang berhubungan dengan Mat dan apa yang saya alami, lihat dan rasakan di tempat kelahiran kekasih hatiku.


Cheers,
Anda
xxxx