26.9.09

kue saka

Dua hari sebelum lebaran, saya sibuk berkutat diri bersama sang Mamah di dapur demi melaksanakan ritual taunan : bikin kue.

Taun-taun sebelumnya rencana bikin kue ini biasanya udah dibicarakan seenggaknya seminggu sebelum lebaran. Misalnya, mau bikin jenis kue apa, belanja2 bahannya, kapan bikinnya, dan bla bla things.


Karena taun ini saya *ehem..batuk dulu ah* sangat sibuk dan baru bisa balik 4 hari sebelum lebaran, Mamah sepertinya juga kebawa rasa hoream a.k.a males bikin kue. Entah karena saya ga terlibat atau si Mamah emang ga ada waktu juga dan kecapean. Jadi saya pun s
antai. Mengetahui kalo ga ada geliat atau inisatip apapun dari sang Kapten dapur buat bikin kue, saya ongkang kaki aja sambil nonton tipi seharian.

Si kapten berubah pikiran. Langsung banting setir hari esoknya. Mendadak dapur di rumah jadi penuh aroma kue kering, selai nanas, mentega, dan wangi2 sebangsanya. Wah, excited, saya langsung menerjunkan diri ke dapur.

Kurang lebih, inilah percakapan saya dan Mamah di dapur:

"Bikin kue apaan, Mah" .

"Kue Saka." Jawab Mamah sambil terus membuat adonan.
Kue Saka? tanya saya dalam hati.
Kue apaan tuh?! Baru denger deh.

"Resep baru ya mah? Ko ini kaya Nastar bahan2nya?" tanya saya penasaran.


"Yoi" kata si Mamah sok asik.


"Teteh ko baru denger namanya. Emang kenapa namanya Saka" saya MASIH penasaran dengan nama baru si kue.


"Iya. Ini namanya kue saka. Sakadayana, sakajadina, sakangeunahnya, pokona mah SAKA bae!" tiba2 nyokap nyerocos pake bahasa sunda sambil tentu saja ketawa ketiwi sendiri. Iiiiiiiiiiiih,,, lagi ngelawak toh doi?!?!





Saya yang tadinya mengharapkan dapet penjelasan lengkap dan detail tentang kue baru ini, ternyata ini semuah hanyah nama piktip yang dikarang Mamah sayah.

Haaaaaaaaaaah.
Dan, setiap orang yang berkunjung dan mencoba kue Saka buatan nyokap, pasti bertanya dan tentu aja, si Mamah menjelaskannya dengan cekakak cekikik di akhir kalimat. Dan semua orang pun bereaksi :
zzzziiiiiiiiiiiingg...krik, krik, krik.


*saka artinya SE- dalam bahasa indonesia. Jadi,
Sakadayana, sakajadina, sakangeunahnya artinya seadanya, sejadinya, seenaknya.

Grappig

Nee, ik ben Daboe

Kalo saya lagi bengong dan ga ada kerjaan, biasanya hal yang paling saya suka lakuin adalah menghayal dan mengingat2 kejadian lucu/menggelikan semasa kuliah dulu. Ada beberapa kejadian yang kalau saya bayangkan, saya bisa langsung geli, ketawa2 sendiri.

salah satunya ini :

Waktu itu, kami dapet tamu dosen dari Belanda. Saya lupa siapa dan di semester berapa kejadian ini berlangsung.

Kalau ga salah, saat itu kami lagi ujian spreken *speaking*.

Jadi si dosen tamu akan manggil mahasiswa satu per satu ke dalam kelas dan akan ditanya2in dalam bahasa Belanda, tentunya. Jreng, jreng, jreng! Rasanya langsung mules n lemes kalo inget kejadian waktu itu. Sesiap apapun saya, dan mungkin kami, melatih diri sebelum masuk ke ruangan itu, kalo udah masuk, pasti semua yang dihapal ilang begitu si menneer ngomong. Byaaar.. Bubar semua kata2 yang diinget semalem.

Nah, waktu bagian temen saya, Dabu masuk. Dia seperti biasa masuk dengan cengar-cengir dan berkata pada kami yang duduk di depan ruangan, menunggu nama kami dipanggil, "doakan saya ya teman-teman". serentak kami menganggukkan kepala dan memandangnya masuk ke ruangan itu.

Dari luar ruangan,
Dabu mengetuk2 pintu "knock knock knock.."


Dari dalem ruangan,

Menneer gast docent : Goede morgen, kom binnen alsjeblieft.

Dabu : Goede morgen, Menneer. Dank je wel

Di dalem ruangan :

Menner gast docent : Nou, ga maar lekker zitten.

Dabu : *mengulang kata yang sama, cari aman* dank je wel, Menneer.

Menneer gast docent : Goed. Lekker zitten?

Dabu : Ja, menneer. Lekker :D

Menneer gast docent : Dus, ben je nervous?

Dabu : Nee, menneer. Ik ben geen nervous. Ik ben Dabu.


DOWEEEEEWWWWEEEEWWW!!!!

12.9.09

In the middle of twenties



Taun ini, di hari jumat, hari yang selalu saya tunggu2 karena waktunya balik ke rumah, bertepatan sama hari ulang taun saya. Hari ini saya resmi berumur seperempat abad. HUaaaaat?!?! Iya, memang, saya sudah mulai tua. Ups, apa kabar temen saya yang umurnya 30an? Mm, kalo gitu, saya tarik lagi ucapan saya. Waaah, saya udah mulai gede ya. Hehehe *cari aman, dari pada dijitak*


Taun ini, ga seperti taun2 sebelumnya. Taun2 sebelumnya selalu penuh sama kejutan, hadiah, dan keberadaan orang2 di sekeliling saya untuk berbagi ciuman, pelukan dan selamat. Ah, saya selalu suka dicium dan dipeluk.


Taun ini, di malam pergantian umur menjadi perak, saya tidur lebih awal. Karena kemaren beraktivitas berlebihan. Jadi kecapean. Tapi sebelum detik berganti menjadi 12.01 dan tanggal berganti dari 10 menjadi 11, telepon saya berbunyi. Tentu aja saya aga males2an ngangkatnya. Saya bahkan lupa kalo saya ulang taun di menit berikutnya. Ternyata dari si Ndut, Cavin sayang. Dengan suara yang dibuat sok seksi, dia ngucapin selamat ulang taun. Hahaha, dasar cowo. Setelah itu, saya jadi ga bisa tidur lagi, sejenak berdiam diri, merenung, dan bersyukur.
Beberapa menit kemudian, datang sms dari beberapa orang tersayang. Ah, tenang dan senangnya hati ini membacanya. Saya terharu dan benar2 bersyukur. Ternyata saya dicintai mereka.


Taun ini, saya ga mengharap banyak. Saya mulai sadar diri bahwa kesibukan masing2 bikin orang2 tersayang ga bisa ada di deket saya untuk sekedar meluk-nyium dan bilang selamat ulang taun. saya mengerti. tidak apa-apa. Hanya saja, saya tentu berharap mereka tetap mengingat dan mencintai saya seperti taun2 sebelumnya dan semakin mengerti dan menyayangi saya tentunya.


Taun ini, saya putuskan untuk menjadi hari ulang taun perenungan, kilas balik selama saya hidup. Semenjak ucapan pertama tadi malam, saya berusaha mengingat dan mensyukuri apa-apa yang udah saya dapet sekarang. semuanya. keluarga yang utuh, persahabatan yang sehat, materi yang cukup, pekerjaan yang saya suka, orang2 baru yang datang dan pergi dengan sejuta pelajaran hidup baru.


Taun ini, saya berhasil menuliskan 25 orang yang paling berpengaruh dalam hidup saya. Yang memberikan pelajaran hidup dengan keberadaan mereka. Yang masih mencintai dan menerima saya apa adanya. Yang membuat saya selalu merasa beruntung memiliki mereka dalam hidup saya.


Urutan orang yang saya tuliskan di sini ga ada pengaruh apa-apanya dengan kualitas mereka pada perubahan hidup saya. ke-25 orang pilihan tuhan ini rata membuat saya lebih mencintai dan menghargai hidup saya yang berwarna.

1. Wanita cantik hampir berumur setengah abad ini yang membawa saya ada di dunia ini, dan telah menjadi seorang teman yang luar biasa sabar, penuh rasa sayang tanpa pamrih. Dia adalah orang yang paling saya sayang di dunia ini.


2. Sosok laki-laki yang memperlihatkan kepada saya bahwa mencintai orang dengan ikhlas dan tulus itu adalah cara terbaik menjalani hidup. Dan satu2nya pemilik dengkuran (tukang ngorok) ternyaring yang pernah saya temui seumur hidup.


3. Adik yang lebih berperan sebagai kakak untuk saya. Bertanggung jawab dan lebih memilih berdiam diri di dalam rumah, tapi menjelma seorang yang sangat aktif sekali di luar rumah. Anak aneh!


4. Kembaran no 3. Lelaki paling manja yang pernah saya temui. Ga bisa lepas dari pelukan mamah setiap malam demi kebiasaannya megang2 lengan mamah.


5. Dia adalah orang yang memberi saya nama Puding Mocca. Sosok laki-laki ideal untuk menjadi seorang abang, meski usianya satu taun di bawah saya. Selalu bersedia meminjamkan badannya yang hugable untuk dipeluk dan kupingnya untuk dicurhatin sampe tengah malem atau pagi. Dari dia gw belajar untuk jadi orang dengan sedikit rasa idealisme. My Ndut.


6. Ulang taunnya cuma beda tiga hari, dua tahun dengan saya. Dia salah satu orang yang saya anggap
sebagai "best adviser" dalam hidup. Pemberani, berkarakter, tukang ngocol dan suka sekali tidur.


7. Si doraemon girl. Saya selalu suka memeluk dia. She's just so hugable. Simple and humble, itu yang paling saya suka dari dia, walaupun kadang2 tingkat kejayusannya suka akut, tak tertolong. Dan, dia adalah tante yang sangat baik.


8. Dewa shiwa. Mungkin Tuhan memang menjodohkan kami. Seberapa sering dan parahnya kesalahan yang pernah dia buat, saya tetap menyayangi dia. Kadang2 dia bisa bersikap dan berpikir jauh lebih dewasa dibandingkan saya. Tentu aja saya ga pernah bilang/mengakui itu ke dia. Kami juga punya banyak kesamnaan dalam hal dan mimpi. Sama2 bermimpi mengecap dunia pendidikan di negeri kincir angin.


9. Cewe paling sabar dan rajin yang pernah saya temuin. Dulu, saya sempet ga kebayang kalo dia akan jadi orang yang lumayan mempengaruhi kehidupan pertemanan saya. Ternyata, kami berjodoh. Dia diberi kelebihan sifat rajin, dan pintar walaupun kadang2 lemotnya suka ga ketolongan. Haaah, oneng. saya mencintainya setulus dia mencintai lelaki brengsek yang meninggalkannya demi perempuan sundal!


10. Lucky bastard, orang2 biasa memanggilnya. Mungkin pengaruh namanya yang ga biasa. Buat saya, dia seorang yang konsisten dan menikmati hidup dengan apa yang dia punya. Terobsesi bisa bicara bahasa sunda. Kadang2 suka maksa pake aksen sunda yang untuk telinga saya terdengar aneh. Kami punya mimpi sama : suatu hari bertemu di sebuah cafe di negeri Belanda. Meeting point : Rotterdam of Amsterdam nge??


11. Gadis cantik dari minang. Pujaan setiap laki-laki. Berkali-kali dipinang untuk menjadi istri. Iri sekali aku dibuatnya. Cantik, soleh, pintar, bla bla bla.
Untungnya kami saling mencintai, sampai saat ini. Kalo engga, mungkin saya udah benci, iri, dengki sama dia. Hahaha. Dan dia seorang penyemangat hidup yang luar biasa.


12. My bitch. Sepintas, dia adalah cewe pendiam yang jauh dari kata nakal. Tapi begitu mengenalnya lebih dalam, damn she's totally a bitch!! And i love her so much. Dibalik kenakalannya, kepatuhan dan toleransinya yang besar kepada apa yang diyakininya benar, kadang2 membuat saya gemas. Tapi sungguh dia mengajarkan saya menjadi calon istri yang baik untuk calon suaminya nanti. Dia memanggil dirinya sendiri, si kaki bayi.


13. Buat saya, dia adalah pemain gitar terganteng dan terkharisma setelah idola saya, Ridho, gitaris Slank. Hahaha. Saya mencintainya sebagai kaka, dan teman. Bukan cuma bijak, tenang, dan santai, tapi juga lucu dan selalu sederhana dalam menghadapi masalah hidup.


14. Nama panggilan "NOE" datang pertama kali dari mulut dia dari jaman smp sampai sekarang. Usia pertemanan kami hampir 12 tahun, dan ga ada yang berubah dari dia. Tetep menjadi gadis ceria yang membuat suasana jadi riang dengan kehadirannya. Dengan lesung pipi dan jidat jenongnya, saya akan selalu mengenang dia sebagai gadis periang.


15. Ternyata dia masih ada hubungan saudara. Setelah berteman beberapa taun, saya mengetahui kalo ternyata perempuan kecil, mungil, cantik, ini masih saudara jauh saya. Oh, what a small world. Saya salut sama rasa tanggung jawabnya sama keluarga. Bukan anak pertama, tapi sikap, pemikirannya kaya anak sulung. Salut.


16. Princess freak! Hahaha, si pemilik badan (yang menurut dirinya sendiri) bagai model catwalk ini, suka banget ngegosip! Dan berdiskusi tentang banyak hal, tentunya. Di balik penampakannya yang selalu ceria dan cenderung kegenitan, dia adalah sosok wanita kuat-dengan segala cobaan beratnya- yang saya kagumi.


17. Dulu, waktu saya SD, saya sering dibilang kembaran dia. Hehehe, entah karena kami sering jalan berdua, warna kulit yang sama2 eksotis (baca : item), atau memang kami beneran mirip?!?! Kepolosan dan kejujurannya mungkin yang membuat persahabatan kami bertahan sampai sekarang.


18. Kalau aja pembawaan dia lebih "garang" dan engga berlebay, mungkin akan banyak perempuan mengejar2 dia (ngejar buat nimpuk, maksudnya). Mungkin faktor lingkungan yang bikin dia aga berlebihan menghadapi sesuatu. Kadang2 sifatnya nyebelin ga ketolongan. Tapi rasa sayang saya ke dia juga ga kalah besar. Dari dia saya tentu aja belajar banyak hal. Menerima keaadaan, salah satunya. Walaupun kalau udah zeuren alias mengeluh, nyebelinnya minta ampun.


19. Kalo jalan sama dia, ga mungkin cowo2 ga nengok. Yep, selain dianugrahi muka yang cantik jelita, cewe tinggi berisi ini juga sangat sopan dalam bertutur kata (beda banget ma gw). Suka banget sama Britney Spears. Bungsu dari 5 bersaudara,semuanya laki2. Bikin dia jadi anak yang kenyang banget sama larangan. Paling susah kalo minta izin jalan2 apalagi sampe nginep sama orang tuanya.


20. Miss ribeeeet!! Hahaha, i love her! Perempuan yang selalu berusaha semaksimal mungkin untuk apapun. Kerjaan, keluarga, dan temen tentunya. Saya mencintai dia dengan segala keribetan, kelenjean, kebodohan, dan banyak ke-..-an lainnya. Kisah percintaannya yang dilematik, selalu jadi peringatan saya bahwa cinta itu tidak pernah memilih dan Tuhan itu maha Adil.


21. Ni cewe baiknya amit-amitan deh. Sinting, baiknya ga ketolongan. Ampun-ampunan deh *hahaha deskripasi berlebay*. Beruntung saya kenal dan akhirnya berteman dengan dia. Sejak dia punya pacar orang belanda, saya lebih sering memanggilnya "schaatje". Belajar banyak dari dia, tentu aja. Manusia itu pamrih. Ga terkecuali dia (mungkin). But, even she does it in a beautifull way.


22. Si tomboy yang cantik. Jago banget maen futsal, basket, dan semua olah raga lainnya. Seorang yang perhatian sama keluarga dan temen2nya. Termasuk salah seorang yang selalu ada di deket saya. Bukan kuantitasnya, tapi kualitas!


23. Perempuan berbadan mollig (berbokong besar, tentu) ini adalah salah satu temen favorit saya. Karena, walaupun frekuensi ketemuan ga sesering temen2 lain, selalu aja ada sesuatu yang saya dapat ketika selesai berdiskusi atau bahkan hanya sekedar curhat2an. Pintar dan santai, sifat yang paling pengen saya pelajarin dari dia. Bersyukur saya berteman baik dengannya.


24. Panggilan sayang dia buat saya adalah si bintit. Damn!! Entah bener apa engga, nama panggilan itu seperti kutukan buat saya. Saya heran sendiri, kenapa saya sering banget bintitan. Sampe harus dioperasi dua kali. Saya bisa cerita apa aja ke dia. Begitupun dia kepada saya. Mencintainya apa adanya. Walaupun kadang2 suka sebel karena frekuensi pertemuan yang semakin jarang. Sok sibuk lo, mam!!


25. Keputusannya untuk menikah taun ini, membuat saya sedikit "panik". Temen dari SMP yang selalu bisa dicurhatin tentang apa aja. Cantik dan menyenangkan. Spontan dan loveable. Kerjaannya sebagai pengabdi pemerintah, membuat saya semakin yakin, bahwa im not belong to the goverment. Hehehe..


Taun ini, saya bersyukur sangat. Salah satu permintaan saya taun ini kepada Tuhan, semoga mereka di atas, orang2 yang dikirim Tuhan, tetap menjadi orang2 yang akan menemani sepanjang hidup saya.
Terima kasih untuk kalian, ke 25 orang ini, untuk semua yang kalian berikan. Saya mencintai hidup ini karena warna warni yang kalian berikan dalam setiap beda hari yang saya jalani.
Dan terakhir, saya berharap akan ada orang baru yang akan menjadi kawan sehidup semati saya tahun depan. AMIN ^.^


-Anda-


4.9.09

my first winning





Dulu nyokap saya pernah bilang, kalo Eyang saya pernah secara ga langsung "mengutuk" anak cucunya, tujuh turunan teritung dari nyokap, ga akan pernah dapet hadiah APA PUN dari undian. GA AKAN!!! Triiing!!

Hiiiy, kutukan yang menyeramkan! Lagian Eyang saya sadis amat sih. Maen kutuk2 aja anak cucunya ga akan dapet hadiah apa pun. Kan kesian saya yang selalu ngarep berlebihan setiap kali saya ikut undian2 gitu. Ngarep bener walaupun hadiahnya payung ato kaos. Dan kayaknya kutukan Eyang saya beneran terjadi deh.

Buktinya, seumur2 saya ga pernah dapet hadiah apa pun dari undian, doorprize, ato apa lah namanya. Sungguh, saya ga boong.

Sebenernya sisi positif dari kutukan Eyang saya ada benernya juga sih. Bahwa sebaiknya orang tuh harus selalu berusaha. Jangan ngarepin sesuatu datang dengan mudah tanpa usaha. Macam ikut undian berhadiah, apalagi judi. Tapi kan kalo orang usaha buat menang undian mobil jaguar, dengan misalnya rajin ngirimin tutup botol, sampe nyari2 di tempat sampah ato jalan-jalan, itu juga kan usaha namanya ya?!? *iya dong, biar ada yang belain opini sayah*


Sampe saat ini, saya pun sebenernya ga pernah sampe benci Eyang karena udah ngasih kutukan itu. saya mah santai aja. Secara emang ga pernah niat buat ikut2an yang kaya gitu juga. Selain akan kecewa, nantinya. Saya juga aga males ngelakuin usaha2 untuk dapetin sesuatu dari undian berhadiah. Entah udah terdoktrin kutukan itu atau emang ga pernah tertarik.


Jadi kalo setiap ada acara apa pun yang selalu ada kupon atau nomor undian yang berhadiah bla bla bla. Saya selalu santai ngadepinnya. Ah, ini mah ujung2nya Saya kaga dapet. Pasti. Hehehe, sudahlah.


Beberapa minggu yang lalu, Saya pergi ke sebuah tempat ajeb-ajeb kelas atas sama temen. Niatnya pengen liat performance DJ dari negeri temen Saya itu. Saya secara belum pernah ke tempat itu, mau-mau aja diajakin. Sekalian pengen tau juga.

Wuiediiih.. tempatnya emang canggih, teman. Yang dateng bukan ABG-ABG labil macam yang sering dateng ke club di daerah kemang. Yang dateng ke sini, rata2 orang pada balik ngantor. Terlihat dari outfitnya. Terutama cowo2nya ya. Kalo cewe2nya mah, buset dah.. emang niat banget tuh kayanya clubbing. Totaaaal abes dandannya!

Saya dan temen Saya yang niatnya lurus mau liat DJ itu maen, dan bukan buat begaol, jedak-jeduk, ajeb-ajeb- dateng dengan pakean apa adanya. *cenderung ke gembel lebih tepanya* Kami sungguh ga kebayang kalo orang2 di situ ternyata keren2. apalagi cewe2nya. DAMN! Minta dipatah2in tu badan. They're extreamly gourgeous!

so aniwey, setelah kami beli tiket masuk yang lumayan mehong. Kami ternyata dapet dua buah amplop doorprize gitu.
Kami ga gitu tertarik sama amplop itu. Treen -nama temen Saya- langung masukin amplop itu ke tas dan kami langsung ngacir masuk ke dalem, nyari tempat duduk yang pewe, pesen minum dan menikmati musik sambil nungguin Cut Copy main.


Di depan bar, waktu kami mau pesen minuman, seseorang di samping kami tanya : Hey, what did you get from the envelope? Treen dengan bodohnya menjawab : What envelope??. Trus si lelaki asing ini menunjukkan amplop yang sama yang kami dapet di resepsionis tadi, dengan tulisan "Sorry you should try it next visiting"
Aaah. Amplop doorprize, kata saya dalam hati : forget it! Hahaha.

Masih menunggu dan penasaran, si lelaki asing itu tetep berdiri di deket kami dan "memaksa" kami ngebuka dan ngeliat isi amplop itu.
Pertama, Treen buka amplop dan di amplop itu tulisannya bukan "sorry, you should try it next visiting" tapi "Enjoy you free shoot B52"
Wah. Hebat. Treen dapet minuman gratis. Wiehiiiiy. Kami pun berteriak kegirangan. Si lelaki itu pun menyelamati kami, "Cool. You won something tonight!". Treen cengar cengir. Lalu, mata mereka menuju saya. Rupanya mereka penasaran juga sama amplop saya.

Saya dengan percaya diri bilang "FOrget it, mine will be the same as yours" ke lelaki asing itu. "Well, you better check first. open it". Saya buka amplop itu pelan2, sambil tersenyum masih bilang "OH, believe me! I wont win anything. I've been cursed"

Look!! Treen tiba2 teriak. You won too!! Saya dengan cepat ngeliat tulisan di amplop yang awalnya juga berbunyi "Enjoy your....." belum sempat saya baca semua tulisan itu, saya loncat2 kegirangan. Teriak2 "i won, i won, i won!!" *padahal 10 dari 50 orang di situ dapet amplop yang sama kaya saya, dan bersikap santai, biasa aja*
Saya ga perduli sama orang2 di situ. Saya juga ga perduli saya dapet apa. Saya terlalu senang untuk hal ini.

Ternyata kutukan itu berakhir hari ini. Di sini di tempat ajeb-ajeb *Oh, grandpa.. im sorry* dan ternyata setelah saya tenang dan benar2 membaca keseluruhan kalimat itu. Saya mendapatkan sebotol penuh minuman apapun yang sama mau! How cool is that!! Hahahaha.. so happy.

Jadi, begitulah. Sepertinya kutukan Eyang saya sudah hilang. Di hancurkan oleh amplop yang berisi hadiah doorprize di tempat anak muda bersenang-senang ini. Saya ga bisa berhenti tersenyum sepanjang malam itu. Terlalu senang dan excited dengan apa yang baru aja saya dapet. Well, bukan masalah dapet apa-nya, tapi lebih ke masalah "kutukan" itu sendiri.

Saya menukar amplop itu dengan sebotol Vodka. Oh, seandainya hadiah ini bukan minuman keras, saya pasti udah tlp mamah dan akan dengan semangatnya cerita tentang kemenangan saya di doorprize ini. Hahaha.. of course i wont tell her that i just won a vodka!! She'll cry! lol

"Eyang, Neng menang doorprize akhirnya. Tapi Neng ga usaha apa2 ko buat dapet ini. Ini cuma kebeneran, eh keberuntungan. Jadi, boleh dong ya. Trus, maaf lagi, Eyang.. Ternyata Neng menangnya minuman alkohol :P bukan Neng juga yang mau. Jadi ga papa lagi ya..? Hehehe.. i love you, Yang."
May Allah blesses you, grandpa.

Saya masih tersenyum ketika saya menulis tulisan ini. Sambil memandang sebotol vodka yang berdiri cantik di atas lemari saya, dengan segel yang masih rapi tentunya.
Oh, saya bahkan ga tega buat "ngerusak" my first prize ever!!!

Kemang, August 2009

1.9.09

puasa oh puasa

hari ini puasa hari ke-6. Terasa sedikit berat karena gw beraktifitas full. mulai dari pagi-pagi ngantor, trus langsung ngajar ke dua tempat yang berbeda dalam waktu yang berdekatan.

Kebeneran hari ini engga begitu panas. Eh, apa perasaan gw aja? Hehehe, ga tau lah, yang pasti gw ga ngerasa bermasalah sama cuaca. Gw cuma bermasalah sama ketepatan waktu ajah.

kayaknya semua hal yang gw lakuin hari ini kecepetan semua deh. Jadi mau ga mau gw harus nunggu sampai waktunya tiba.

misalnya, bangun kepagian. Yang harusnya alarm bangunin gw, eh malah gw yang bangunin alarm (@#$%^& ??). Trus, sampe kantor, gw juga kepagian, walhasil bos gw yang kebeneran lagi ada di sini (dia cuma dateng ke kantor 6 bulan sekali, karena dia tinggal di Ausie) pagi-pagi udah ngetok2, masuk ke ruangan gw dan mulai ngoceh sana sini tentang kerjaan. Lalu, setelah kira2 setengah jam ngeladenin omongan si bos, gw memutuskan untuk cabut dari kantor lebih awal dan langsung ke tempat ngajar.

Eh, jalanan lancar betul. Mulus semulus paha sophia latjuba.. Gw nyampe setengah jam lebih awal. Daripada tengsin kedatengan (kesannya gw semanget banget ngajar dia) gw akhirnya menghabiskan waktu 10 menit di kamar mandi, buat touch up, 10 menit berbasa-basi dengan sekertaris murid gw, dan sisanya 10 menit berbasa-basi sama sekuriti. Hehehe..

harusnya waktu yang gw habiskan sama murid gw ini satu setengah jam. Tapi emang dasar ni murid gw yang satu ini kepinteran banget. Bahan materi yang udah gw siapin buat 1,5 jam dihajar hanya dalam waktu 1 jam. Haaah, masih ada setengah jam. Kami pun menghabiskan 20 menit ngobrol ngalor ngidul, dan gw dipersilahkan pulang 10 menit lebih awal. "Bonus buat kamu", kata murid gw.

Biasanya, gw jalan kaki dari gedung Standard Chartered ke gedung seberang, Wisma Dharmapala, tempat gw ngajar orang Uni Eropa. Tapi secara ini puasa dan tengah hari pula, gw memutuskan untuk ngangkot aja. Perjalanan yang seharusnya setengah jam dengan jalan kaki, diganti dengan hanya 5 menit saja naik angkot. Ya.. hasilnya, lagi2 gw dateng kecepetan di kantor murid gw yang lain. Gw dikasih tau kalo dia sekarang masih rapat dan baru akan selesai setengah jam lagi. Jadilah gw harus menunggu setengah jam.

OKe.. enaknya ngapain ya? pikir gw dalem hati. Aha, jalan-jalan aja deh. Lalu gw dengan cerdasnya memilih naik-turun *dan bukan jalan-jalan* lift. Jadi, dari lantai dasar, gw naik ampe lantai paling tinggi, trus turun lagi ke bawah. Trus bingung mau ngapain lagi, karena ternyata naik-turun lantai dasar sampe puncak hanya makan waktu 5 menit saja (yaaa iya laaah.. lo pikir ujungnya langit,bisa ampe setengah jam?!)

Mondar-mandir di loby gedung bikin gw keliatan kaya orang linglung. Mungkin karena curiga, mas sekuriti di situ nyamperin gw en nanya "Mba, bukannya tadi mau ke Uni Eropa?" Ditembak gitu, gw ngeles aja "Iya mas, tapi saya tadi lupa mau ambil uang dulu. Di sekitar sini ada ATM Mandiri ga ya?" jawab gw seenaknya. Pdahal ga butuh2 narik uang amat. Hehehe

Eh, ternyata di samping gedung, ga cuma ada ATMnya. Ada cabang Mandiri, kumplit sama teller, cs, dan kantornya. Yaaah, yaudah deh gw jalan ke sana. Daripada gw mondar mandir ga jelas di loby dan gw masih punya waktu 25 menit lagi. Gw ke bank Mandiri aja deh. Iseng sok sok mau nanya ke CSnya tentang tabungan rencana mandiri. Hehehe.. sungguh ga jelas banget idup gw.


Awalnya, gw emang niat iseng maen ke bank Mandiri ini. Secara gw sebenernya ga tau mau nanya apa, dan cuma mau numpang dudukin pantat di sofa nyaman ini. Eh, ternyata kunjungan gw ke CS ini harus berakhir dengan kegalauan hati. Masa ya, data di tabungan gw ga sama. Kaya, misalnya, Nomor ktp gw beda satu angka.Trus no tlp gw ga sama, alamat juga beda. Dan yang paling parah nama nyokap yang gw sebutin ga cocok sama data yang mereka punya. WhAAAT?!?! Sejak kapan gw nulis nama emak gw beda?!?! Waaah, ini memancing penasaran gw. Ampe maksa2 gw pengen liat data gw, si Mba CS malah ga ngasih karena gw ga bawa tabungan dan dia kayaknya curiga gw bukan NURUL HANDAYANI yang punya rekening tabungan itu deh. Haduuuh,,, baru kali ini gw ngerasa dicurigai sebagai BUKAN diri gw sendiri.

Lelah berdebat, gw baru ngeh kalo ternyata gw udah lebih dari setengah jam ngobrol sama si Mba CS. Waduh... sialan. Harusnya tepat waktu, malah ngaret gw.
Hiyaa.. setelah pamit, gw langsung ngacir ke lantai 16 bertemu murid gw.

Syukur, ternyata dia juga baru aja selesai rapat. Dia bahkan belum sempet makan siang karena gw keburu dateng. Hehehe.. you poor thing, Persie :P
Pelajaran berjalan sedikit tersendat karena Persie sepertinya keabisan energi buat belajar setelah meeting panjang hari ini. Ga tega liat dia kecapen, akhirnya gw memutuskan untuk menghentikan kelas 15 menit lebih awal. Dia pun kegirangan. Lalu, kami turun bareng. Gw balik, dia ke kantin, beli makan siang.

Di jalan, gw dapet sms dari Iboy, nawarin mau ikut dia ga ke acara syukuran film Merah-Putih. Tentu aja, pake iming2 ada Zumi Zola (which is gw ga tau itu siapa) dan Darius (nah kalo yg ini sayah tau :D ). Mengingat belum ada kabar dari Katrina buat pergi malem ini, jadi gw putusin buat ikut Iboy aja.
Tanpa berpikir panjang, gw langsung meluncur ke Blok M. Tempat Iboy menentukan meeting point.

Secara ini janjian dengan Iboy, pasti dong dia datang telat. Kali ini ga tanggung2 juga. Satu setengah jam ngaretnya. MANTAB boy!
Satu yang selalu ga pernah bisa gw ngerti dari diri gw sendiri. Padahal gw udah bertaun2 temenan sama Iboy, dan gw TAU dengan pasti kebiasaannya. Tapi rasanya gw selalu (entah kenapa) bisa mentolerir ketelatan dia. Ck ck ck.. must be something wrong with me!!


So anyway, instead of ngambek sama dia pas dia (akhirnya) nongol. Gw menyakinkan dan menghibur diri kalo dia mungkin memang kesulitan nyampe ke Blok M. Gw menghemat tenaga dengan ga marah-marah, atau ngambek. Cape ah. Ga guna juga. Ga ngebalikin waktu 1,5 jam tadi. Jadi ya sudahlah..

acara syukuran film Merah Putih ternyata ga sampe malem2 amat. Sekitar jam 8, kami udah di jalan pulang. Kecapean, gw ga bisa mikirin hal lain kecuali kasur. Iboy pun yang biasanya setiap rabu, nginep di kosan gw, kali ini pamit langsung ke rumahnya saja.


Sampai di kamar, gw langsung mandi dan beres2. Sebelum tidur, gw seperti biasa diam sejenak buat flashback semua kejadian hari ini. Fiuh.. panjang dan melelahkan sekali hari ini. Dan gw masih punya 3 jam untuk istirahat sebelum gw harus bangun makan saur dan kembali beraktivitas besok paginya.

Welterusten...

Kemang, 26.08.09

Punya anak



Saya suka banget anak kecil.
*ini foto sepupu saya, Khansa*


Beberapa taun yang lalu, saya sempet kepengen cepet-cepet punya anak. Itu otomatis artinya sama dengan pengen cepet-cepet nikah juga. Keinginan itu hampir sempet jadi obsesi kira2 dua taun lalu.

Entah harus disyukuri atau disesali, dalam kurun waktu itu ternyata saya belum dipertemukan dengan pasangan jiwa saya. Wallahualam.
sebelum saya cerita tentang pengen punya anak, saya mundur sedikit dulu ke cerita pengen cepet-cepet nikah.

Setelah akhirnya menyerahkan diri untuk berpasrah, dan menyerahkan masalah perjodohan dan keinginan punya anak cepet ke yang maha pemegang hidup, saya menjadi gadis yang bebas. Dulu saya selalu memikirkan pikiran-pikiran atau prasangka orang tentang saya yang belum juga punya kekasih yang settle, yang bener, yang komitmen menuju jenjang pernikahan. Dan itu menyiksa saya.

Kurun waktu setahun ini, saya berdamai dengan diri sendiri. Menyatakan kepada diri saya sendiri, bahwa saya saat ini tidak punya seorang kekasih hati. which is not easy to addmit it!

Ternyata saya baik-baik aja sekarang. dan kalau boleh jujur, saya ngerasa biasa-biasa aja. Ga ada keinginan buat cepet-cepet nikah lagi. Perasaan biasa-biasa aja itu, tentu aja bukan berarti saya ga mau punya pacar lagi. Saya tetap membuka hati untuk yang satu itu. Toh saya juga gadis normal yang kadang-kadang butuh "sentuhan"


Ditambah lagi, saya bertemu dengan beberapa orang baru yang secara ga langsung ngasih saya another point of view of thoughts. Tentang banyak hal. Dan itu membuka pikiran saya lebih luas lagi tentang segala sesuatu. Mungkin bisa dibilang, saya menjadi skeptis tentang beberapa hal. Termasuk pernikahan dan mempunyai anak.


**kembali ke cerita pengen cepet punya anak**

Kemarin, saya pergi ke rumah sakit anak. Mau nengok keponakan, anak sepupu dekat saya, yang lagi dirawat. Dulu kami, saya dan sepupu saya itu, deket banget. Kami udah kaya adik-kaka, selalu berbagi semua cerita dan benda. Semua. sebelum dia akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran laki-laki yang tidak dicintai,tapi disayangi atau mungkin dikasihani karena perjuangannya yang keras untuk menikahi sepupu saya itu. Sejak itu, saya kembali sendiri lagi. Tidak punya saudara perempuan lagi. Waktu itu saya sempat menangis diam-diam. Mengutuki pilihan dia untuk segera menikah. Tapi saya ga mau sepupu saya sedih. Dia cuma mau cepet nikah dan punya anak. Jadi saya berpura-pura senang.

sekarang udah lebih dari 5 tahun usia pernikahan mereka. Dari perjalanan panjang untuk memperoleh seorang anak, sepupu saya ini harus melewati 2 kali keguguran. Dia dulu sempat hancur. Tapi tidak putus asa. Kemudian Tuhan berbaik hati memberikan dia seorang bayi perempuan yang cantik bernama Khansa. Itu keponakan saya.


Tadinya saya pikir saya hanya akan menengok dan berkangen-kangenan aja sama sepupu dan keponakan saya itu, ternyata hari itu pas ketika mereka mau meninggalkan rumah sakit. Jadi saya sekalian saja membantu "pindahan" itu. Sebenarnya, Khansa belum begitu fit. Tapi dia terus2an merengek. udah ga betah sepertinya ada di rumah sakit. dia pengen pulang. Maka sepupu saya meminta dokter untuk memberikan perawatan jalan saja. Berobat di rumah. Dokter pun setuju.

Di jalan, Khansa terus merengek. Nangis tanpa air mata. Kami menyebutnya "rungsing". Anak kecil, kalau abis sakit biasanya rungsing banget. Ngerengek-rengek ga jelas. Ga mau makan, ga mau minum, ga mau diajak ngomong, maunya cuma satu : merengek. Itu kurang lebih definisi rungsing.
Hari udah hampir siang, ketika sampai waktunya buat Khansa minum obat. Sepupu saya lalu membujuk dia untuk makan sesuap dua suap bubur. Dia menolak. Malah memuntahkan apa yang dimasukkan bundanya.

Sepupuku despret. Dia ga tega liat buah hatinya nangis terus. Ga mau makan, ga mau bobo. Kasian. Dengan sabar, sepupuku tetap berusaha menyuapi makanan untuk Khansa. Tapi bayi kecil ini justru tambah rungsing. Sementara obat harus segera masuk, tapi Khansa tetap ga mau makan apa pun.

Tampaknya kesabaran sepupu saya udah abis. Dia kesal. Dia marah pada dirinya sendiri. Dia menyerah. Lalu dia pergi, menyerahkan putrinya ke Ua (panggilan saya ke ibunya sepupu saya).

Sekitar 10menit kemudian, saya lalu mencari2 kemana sepupu saya pergi. Ga ada di kamar atau dapur. Karena saya pikir dia pasti pergi ke sana. Lalu, tanpa sengaja, saya mendengar suara tangisan dari kamar mandi dapur. Itu suara tangis sepupu saya. Suaranya sendu sekali. Pelan tapi dalam. Saya terdiam mematung di depan pintu kamar mandi itu. Tiba-tiba hati saya diliputi rasa sedih yang entah dari mana. Suara tangis seorang ibu...

saya mengetok pintu dengan pelan dan memanggil nama sepupu saya. Tiba-tiba dia terdiam. Ga ada suara. Lalu beberapa menit kemudian, suara tanggis itu pecah lagi. Dan saya kembali mematung.
Saya tempelkan kuping ini di daun pintu, agar bisa mendengar lebih jelas. Ingin memastikan sepupu saya hanya menangis dan tidak melakukan hal yang tidak-tidak. Saya khawatir..


setelah saya berhasil membujuknya untuk membuka pintu, dia muncul dengan muka merah, penuh air mata. Matanya terlihat lelah. Sambil tetap menangis, saya memeluknya. Berkata, semuanya akan baik-baik saja. Dia tidak berkata apa-apa kecuali menangis.

Saya merasakan kesedihan yang sangat di dirinya. Kesedihan dan kekecewaan atas rasa putus asanya menjadi seorang ibu yang baik. Yang tidak menginginkan apa pun di dunia ini selain melihat putrinya kembali sehat dan tersenyum lagi.

Rupanya sepupuku ini merasa beban menjadi ibu tidak semudah yang seperti ia bayangkan. Dia ingin marah pada putri cantiknya, tapi itu tidak mungkin dilakukannya. Lalu perasaan marah itu berubah menjadi perasaan kesal pada diri sendiri dan pada sang suami yang juga tidak bisa melakukan apa-apa. Tapi yang paling besar adalah perasaan bersalah tidak menjadi ibu yang baik..


Butuh waktu beberapa jam untuk akhirnya sepupu saya kembali menggendong Khansa dan "berdamai" dengan dirinya sendiri. Selama beberapa jam itu pula pikiran saya pergi ke mana-mana. Saya masih terjebak dengan perasaan bersalah dan putus asa yang baru saja diperlihatkan sepupu saya dengan tidak sengaja itu. Otak saya dipenuhi dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan saya alami seandainya saya ada di posisi sepupu saya.


Kemudian saya teringat dengan keinginan saya beberapa tahun lalu tentang cepat menikah dan punya anak. Dan saya terdiam. Rasanya Tuhan baru saja menjawab keinginan saya.
Tuhan... Sungguh Engkau Maha Tahu kemampuan setiap umatMu.


Serang 23.08.09