Kemarin sore, saya mendapat kabar dari seorang teman. Kabar luar biasa baik yang bisa membuat hati saya begitu sedihnya karena merasa… kalah (atau, bersalah. Entahlah apa nama dari perasaan saya saat itu).
Dua menit setelah mendengar berita itu, mata saya berair. Saya tidak melawan jatuhnya air mata itu. Air mata kebahagian dan penyesalan.
Berita baik itu adalah kabar tentang salah satu teman baik saya yang akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa untuk menimba ilmu di negeri kincir angin, Belanda.
Seperti sudah saya singgung sebelumnya, saya sebagai temannya, tentu saya merasa ikut berbahagia. Saya tidak bisa meneleponnya saat itu juga karena pulsa di handphone saya tidak cukup, jadi saya hanya mengirim sms, menyatakan perasaan syukur dan selamat untuk dia.
Setelah saya mendapatkan sms balasan dari dia, tiba-tiba saya merasa hampa. Kosong. Sedih. Rasa sesal dan kesal yang entah datang dari mana dan untuk alasan apa, juga muncul.
Tanpa peringatan, airmata pun meluncur dengan mulusnya ke pipi saya. Air mata campuran. Senang dan sedih.
Kalau saya harus menakar, perasaan yang manakah yang lebih besar yang membuat saya menangis saat itu, sedih atau senang. Jawabannya sedih.
Saya sedih karena saya merasa tertinggal. Karena saya merasa saya tidak melakukan apa-apa. Karena saya merasa tidak berusaha sekeras yang dia lakukan. Karena saya terlalu lama memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak saya pikirkan. Karena saya merasa saya seharusnya bisa berjalan bersama seiring dengan usaha dia. Dan yang paling penting, karena saya baru saja menyadari apa sebenarnya tujuan yang ingin saya capai.
Selama ini, saya sibuk mencari dan mengumpulkan uang semata-mata demi memperlancar jalan saya menuju benua Eropa. Saya tidak memikirkan apa tujuan penting saya ke sana. Saya hanya tau, ego saya sudah menguasai dan menghipnotis saya untuk HARUS pergi tahun ini juga. Apapun alasannya.
Dan jujur, saya memang belum punya alasan. Saya hanya ingin pergi ke sana saja. Untuk apa? Tidak tau. Oh, tunggu sebentar. Saya tau alasannya. Saya HARUS pergi ke Eropa tahun ini, HANYA untuk menjejakkan kaki, melihat seperti apa bentuknya, menghirup udaranya, bertemu dan berbicara dengan orang-orangnya, dan berfoto dengan apa saja yang ada di sana. Dangkal!!
Sungguh saya malu. Menyadari betapa dangkalnya diri ini, Saya… tidak bisa berkata-kata.
Saya pun membiarkan air mata menguasai diri untuk beberapa saat. Lama. Sampai sadar saya kembali dan akal sehat saya mulai bekerja lagi.
Saya kemudian mencoba "bangun" dari tamparan yang membuat saya jatuh. Tamparan keras, sakit tapi menyembuhkan penyakit terlena saya. Mujarab sekali tamparan itu. Khusus dikirim lewat sahabat.
Lalu sekarang saya dihadapkan dengan ini : tetap berangkat tahun ini demi tercapainya point-point di atas dengan menguras semua tabungan saya, dan resiko saya akan kehilangan semua yang sudah saya bangun selama ini (materi, lebih tepatnya) ????
Sambil berpikir keras, meyakinkan diri dan mempertanyakan apa tujuan saya selanjutnya, saya merasa yakin kali ini, tujuan saya sudah jelas. Melanjutkan sekolah.
Selanjutnya, saya hanya tinggal berdamai dengan diri saya sendiri. Bersabar dan tetap berusaha. Tidak mau memadamkan sedikit pun ego (atau obsesi) untuk tetap pergi ke Eropa, hanya saja sekarang dengan tujuan yang lebih jelas, saya jadi merasa lebih bersemangat karena saya punya tujuan ke mana dan apa yang akan saya lakukan di sana.
Selain berdamai dengan ego, saya juga berkompromi dengan tempat. Tidak salah lagi kalau Eropa adalah mungkin tujuan utama saya sejauh ini, tapi saya juga tidak mau menutup mata untuk tempat-tempat lain. Toh tujuan saya bukan untuk travelling, tapi studying.
Mengutip quote dari Fairy Godmother of Cinderella, "Even miracles take a little time".
So I'll go with Godmother…
PS : Van harte gefeliciteerd lieve Dahlia Isnaini. So proud of you and I always know you'll do your best. Wish you nothing but success xxxxx.
Anda.
7 comments:
Just like Obama said : " Yes, I can. U can. We can"
:D
Nda...gw juga sering ngerasa "kalah" kalo orang lain (apalagi temen sendiri) sukses ngeraih impiannya. Ngerasa satu tingkat di bawahnya.
Tapi gw juga sadar itu disebabkan karena gw sendiri. Usaha gw yang belum maksimal, ga fokus, cuma mikirin yang seneng2 aja, atau sering menunda-nunda suatu hal.
Gw pikir manusiawi kok kita ngerasa "kalah", toh dengan adanya perasaan itu kita jadi sadar. Kita jadi pengen maju kayak orang lain yang sukses (dalam hal ini Dain).
Coba kalo lo selalu ngerasa diri lo bener atau "menang"...yang ada lo jadi sombong. Tamparan itu perlu meskipun sedikit.
Sekarang apapun alasan lo pergi ke eropa, gw yakin lo dah mikirin konsekuensinya. Plus-Minus-nya. Tiap orang punya garis kehidupannya masing-masing. Kalo garis lo emang begini adanya...nikmati, syukuri, dan berjuang untuk naik ke tingkat lebih atas.
Semangat!!!
Cheers from HK -daboe-
benar. setuju. Ayo Semangat, teman!!
Aku juga jadi lebih bersemangat! Sampai jumpa di belahan bumi lain, kawan.
;)
Ayo, Nda: F.O.C.U.S!!
Oh anda suranda.. this is one of the reasons why i didn't tell everyone about my "success" (i dont know whether i can call it my success cause we never know what would happen next)..i don't wanna let anyone sad..or even feeling lost!!
Oh anda suranda..gue percaya kalo Allah pasti membukakan pintu yang baik menurut-NYA..bukan menurut kita...ketika pintu itu terbuka..DIA pun membukanya satu per satu..bukan kenapa..sebagai pencipta manusia, Allah tahu kalo sifat dasar manusia itu serakah...dan selalu ingin lebih...coba diresapi dulu nikmat yang dia berikan sedikit demi sedikit selama ini..pasti hatilo akan lebih lapang...
Oh anda suranda...kepergian gua (caelah..kayak lagu jadinya) bisa jadi sebuah pintu yang dibukakan oleh Allah...dari pintu ini lo bisa ngeliat..apakah tempat yang lo sangat ingin singgahi itu sepadan dengan segala pengorbananlo?...
dari pintu ini lo bisa membuat orangtua lo lebih mantep lagi untuk ngelepaslo...(pan kalo ama gue aman aja daahh di mana aja..bahkan di kosan rawan maling sekali pun:P *maksudnya kosan kita*)
Dari pintu ini lo bisa bertemu keju2 yang bertaqwa (supaya cocok sama kota kelahiranlo:P)
Dari pintu ini lo bisa dapet tempat nginep gratis...(asal rela tidur di lantai:P)
Oh anda suranda...there will be something for u in the future...Lo boleh sebut diri lo seorang Pemimpi...tapi ingat nda...mimpi juga harus diimbangi dengan usaha..(salahsatu kebiasaan buruk lo:kadang-kadang males usaha..walaupun sekarang gue lihat mulai ada perkembangan..ehehhe..maaf ya nda...for ur own good)
Lagian ya boo.. as i told u...F.O.CU.S. i've been working on it since more than two years ago...No guts no glory...katika mengusahakannya pun gue selalu berpikir: apapun hasilnya..setidaknya gue udah berusaha:D
sukur2 Allah selalu bermurah hati...dibutakanlah mata orang yang periksa dokumen gue...dapet daaah..:P
oh anda suranda..jangan bersedih..stay focused..we'll never know what would happen next..jalan hidup setiap orang tidak sama...pintu2 yang dilalui pun berbeda..
bisa saja..ini bagian dari proses yang harus lo lalui untuk bisa benar2 meraih mimpi lo..
Perlu saran lagi dari saya?
ketik mau spasi curhat spasi lagi..yuuuk:D
kecup..kecup..
Dahlia
Oh Dahlia Isnaini.. sesungguhnya aku sangat mencintaimu, dan semakin mewek menjadi2 ketika membaca comment-mu ini
*dangdut mode : VERY ON
Oh Dahlia Isnaini.. kamu benar. Aku selama ini kurang berusaha dan tamparan itu diberikan Allah lewat elo, wahai teman. Dan gw bersyukur, tamparan itu sakit tapi menyembuhkan.
Oh Dahlia Isnaini, gw berjanji sama semua orang (dan diri sendiri) buat eF O Ka U eS. Dan benar2 memikirkan, berusaha dan akhirnya berserah diri pada Gusti Allah. Jangan pernah berenti marahin gw ya.. ingetin gw.. omelin gw, kalo gw udah mulai belok-belok.
Dan oh Dahlia Isnaini.. Semoga lewat pintumu, akan terbuka pintuku dan pintu2 teman yang lain untuk mencapai mimpi kami, kita.
AY LOP YU dah.. cium basah.
Anda
i like this post..
anda suranda, u know i always like your "tulisan jujur"..
sama, kadang suka ngerasa ketinggalan sekaligus iri sama temen2 lain yg udh bisa selangkah lebih maju.. tapi bener juga ya omongan dain mungkin org suka kebanyakan mau ini itu tpi usaha nya ga maksimal..
whatever your dreams,, ttp semangat, nda!
Post a Comment