30.4.10

The thing they called DREAM

Pernah, ada seorang gadis kecil duduk-memandang hamparan padi hijau dari balik kaca jendela kereta.

Bukan warna hijau yang dilihatnya, tapi biru.
Dia sedang bermimpi melihat laut. Atau mungkin langit.
Di matanya, dia sedang menari di tengah biru yang dia ciptakan.

Dia seorang gadis pemimpi.


Pernah, ada seorang bocah laki-laki duduk-memandang hamparan biru laut dari balik kaca matanya di sebuah rumah kecil tepi pantai.

Bukan warna biru yang dilihatnya, tapi hijau.
Dia sedang bermimpi melihat padi. Atau mungkin hutan.
Di matanya, dia sedang berjalan di tengah hijau yang menenangkan.

Dia seorang laki-laki pemimpi.


Nanti, akan ada seorang perempuan dan laki-laki duduk-saling memandang apa yang ada di hadapan mereka dari kedua bola mata yang ceria.
Tidak hanya satu warna yang mereka lihat, tapi ribuan. Atau mungkin jutaan.
Di mata mereka, mereka sedang jatuh cinta.
Mereka sedang melihat hidup.


Mereka menyebut dirinya pemimpi yang hidup.

2 comments:

Mentari said...

like this so muuucchh...!

Anda said...

Ma'acih hey Perempuan Bulan Mei.

Ku tunggu hasil tarian jemarimu...

:)