Sebelumnya, saya udah pernah cerita tentang Liga Tari, 'kan ya? Itu loh, tempat yang membantu saya mewujudkan salah satu mimpi saya : menjadi penari.
Saya mau bercerita sedikit tentang Liga Tari.
Setelah sukses mengadakan pagelaran tari di salah satu tempat yang cukup disegani bagi para seniman, Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, saya menjadi semakin tertarik lebih dalam ke Liga Tari.
Awalnya saya hanya berpikir bahwa semua ini mungkin akan bersifat sementara. Jujur, sebenarnya saya sendiri masih belum yakin apakah saya akan menyeriusi sepak terjang saja di Liga Tari ini untuk ke depannya. Saya ga mau umbar janji.
Tapi semakin ke sini, saya semakin enggan menolehkan wajah saya dari organisasi super dahsyat ini. Di sini, saya dipertemukan dengan orang-orang baru. Orang-orang yang entah bagaimana bisa membuat saya selalu merasa senang. Orang-orang yang mungkin sedikit terlalu cepat saya sebut "teman dekat". litteraly!
Bagaimana tidak, dalam kurun waktu 2 bulan, saya tidak pernah lepas dari mereka. Dalam sehari, setengah hari saya habiskan selalu dengan mereka. Seperempat hari bekerja, selebihnya bersama mereka.
Kebersamaan itulah yang kemudian menyatukan saya. Raga saya, jiwa saya, hati saya, dan ada beberapa impian baru saya.
Mereka, dengan segala perbedaan sifat, watak, dan karakter, membuat hidup saya lebih berwarna.
Saya bahkan tidak mengenal mereka. Sebelumnya, saya merasa asing. Karena memang saya mengasingkan diri.
Dan sekarang, lihatlah betapa saya menyayangi mereka seperti saya menyayangi teman-teman baik saya.
Lalu, selalu ada saja pelajaran-pelajaran baru yang saya dapetin dari Liga Tari ini. Belajar menjadi penari yang semakin baik, tentu aja udah termasuk. Belum lagi pelajaran-pelajaran lain, misalnya gimana ngatur waktu, ngatur perasaan, ngatur emosi, ngatur jiwa. Banyak hal.
Minggu ini, minggu pertama saya masuk latihan reguler lagi setelah satu minggu saya minta break sehabis pagelaran. Senang sekali bisa bertemu mereka lagi, dan tentu saja kembali menari lagi.
Seperti yang udah saya bilang, saya ga tau sampe kapan saya akan/bisa bertahan di Liga Tari. Yang pasti, saya akan memakai sebaik mungkin waktu yang saya punya untuk bisa bersama mereka. Para penari Liga Tari.
Tarikan jiwamu.
Anda
No comments:
Post a Comment