Sudah dari dulu keinginan untuk pergi mengunjungi museum ini, tapi baru kesampaian minggu lalu pas saya merayakan ulang tahun. Itu pun juga karena saya sudah keduluan teman baik dari Jakarta yang jauh-jauh berkunjung ke Brussel dan mengunjunggi museum ini (kompetitif banget kan anaknya ga mau kalah. hehehe). Maka semakin menjadi-jadilah keinginan saya untuk datang dan melihat langsung.
Museum ini terletak di samping kanal Molenbeek, Brussels. Daerah yang punya reputasi unik. Apalagi semenjak kejadian ga enak terkait bom dan teroris di Paris dan Brussel sendiri. Nama daerah ini jadi semakin tenar karena dipercaya ini adalah tempat berkumpulnya para otak dari teroris yang ada di Eropa. Bener apa engga? Saya ga tau pasti. Kalau bahasannya itu bisa panjang. Jadi mending kita konsentrasi sama museum MIMA aja.
![]() |
| photo from http://www.mimamuseum.eu/visit/ |
Cerita tentang keberadaan museum MIMA sendiri tergolong unik untuk saya pribadi. Mungkin tidak untuk orang-orang yang tinggal di sini karena ternyata ada beberapa tempat yang punya konsep yang sama. Konsep apa itu? Jadi museum seni ini dibuat dari ide beberapa seniman kontemporer dengan menggunakan bangunan tua yang sudah tidak terpakai. Dulunya bangunan ini adalah tempat pembuatan bir. Karena produksi sudah berpindah tempat, maka mereka tidak lagi memakai gedung ini dan saat itu muncullah untuk tetap menggunakan bangunan ini sebagai sarana para seniman mempertunjukkan karya-karyanya. Untuk kalian yang mau lebih tau soal sejarahnya, silahkan baca di sini. Saya mau menceritakan pengalaman saya mengunjungi museum saja.
Kalau boleh jujur, saya bukan pecinta museum. Tapi semenjak tinggal di Brussel, angka mengunjungi museum setiap tahun semakin mengingkat. Hampir semua museum sudah pernah saya masuki, dari museum seni, sejarah, komik, perang, bir, musik, pokonya yang ada kata museum-nya hampir bisa dibilang sudah pernah saya datangi. Kenapa? karena : suami saya, para pembaca yang budiman. Si suami doyan sekali pergi ke museum. Museum seni (lukisan, seni kontemporer, abstrak, dll) dan museum perang adalah favorite dia. Yess, kebayang kan gimana muka saya begitu ditawarin mau masuk museum perang?! Bahkan ketika saya menggelengkan kepala pun, saya akan berakhir masuk ke dalam dengan tarikan tangan si suami sambil bilang "it's gonna be fun inside"
Zzzzzz.
Lalu, semakin banyak saya mengunjungi museum, semakin terbiasa lah saya dengan keingintahuan soal isi museum itu. Inilah kenapa sekarang saya jadi (eheem) lumayan suka dengan museum sekarang. Selain alasan lain; saya jadi merasa sedikit pintar setiap kali keluar dari museum karena dapat informasi baru dari museum tersebut.
MIMA mungkin salah satu museum yang paling saya suka dari beberapa museum di Brussel yang pernah saya datangi. Bukan karena arsitektur bangunannya yang berbeda, tapi karena perasaan yang timbul ketika saya memasuki setiap ruangan yang berisi koleksi karya seniman dengan penjelasan-penjelasannya. Sederhana dan mudah dimengerti dan dinikmati. Setidaknya untuk saya.
Meskipun koleksinya terhitung minimalis (mungkin dikarenakan keterbatasan ruang dan tempat pameran), saya merasa semuanya pas. Cukup. Tidak terlalu banyak atau sedikit.
Di samping museum ini terletak hotel Belle-vue, yang adalah nama perusahaan bir yang dulu diproduksi di bangunan ini. Ketika saya datang, ada banyak anak muda yang duduk-duduk dan santai di teras hotel dan di cafe museum. Saya lalu berasumsi mungkin hotel ini semacam hostel untuk anak muda atau backpack yang berkunjung di Brussel. Interior dalam sekitar resepsionis juga lumayan menarik. Kalau kalian mampir ke museum ini, cobalah main-main ke dalam sebentar :)
Tiket masuk ke museum ini 9 euro untuk dewasa. Karena saya punya kartu pelajar, saya selalu pake untuk dapet tiket dengan harga student yang bedanya kadang ga seberapa. Paling banyak beda 4 euro. Tapi biasanya hanya beda 1-3 euro. But hey, it's lumayan banget buat pengangguran macem saya :D
Kalian juga bisa menikmati pemandangan sepanjang kanal di Molenbeek dari rooftop bangunan MIMA ini. Kalau cuaca lagi bagus banget, this is really pleasant. Tapi kalau ujan, cukup senyam senyum manggut-manggut dari dalam aja lewat kaca pintu yang transparan.
Nah buat kalian yang ga punya kendaraan pribadi, museum MIMA ini bisa dijangkau dengan transport publik. Ada metro, bus dan tram yang berhenti tidak jauh dari gedung ini.
Menurut saya, museum ini layak dikunjungi jika kalian tertarik dengan seni kontemporer. Dan di bagian toko souvenir, mereka jual kaos-kaos lucu dengan harga yang lumayan lucu juga (hehehe maklum anak sekolahan, irit liat t-shirt harga 25-35 euro).
Kalau kalian sempet mampir dan masuk, bisa sharing pengalaman di comment :)
Selamat menikmati museum MIMA.
Anda,
Brussel, 13 Sept 2016
