Dengan semangat mengexplore pantai-pantai dan tempat-tempat baru di sini sebelum musim hujan datang, kami (saya dan Iin, my partner in crime) merencanakan untuk nyebrang ke pulau kecil di sebelah tenggara Bali : Nusa Lembongan.
Beberapa hari sebelum waktu eksekusi, kami cuma sibuk liat-liat profil tentang si pulau ini. Sembari mencari akomodasi yang murah meriah. Setelah beberapa kali membanding-bandingkan dan mendapatkan masukan dari teman kami yang notabene bekerja di bidang travel booking ticket, dipesanlah sebuah tempat yang kami tidak tahu di mana letak persis dan kondisinya seperti apa.
Ya, seperti kalian tau. Kalau pesen hotel atau akomodasi dari internet kan kaya gambling. Gambar di internet bisa jadi kaya hotel berbintang 5 plus plus, tapi di lapangan penampakannya kaya hotel melati. We just never know. Agak kebantu sih dengan baca review2 orang yang udah pernah nginep di sana, tapi again, we just never know if it's a real review one.
Hari jumat malam, setelah kami pulang dari kantor masing-masing. Bukannya tinggal manis di kamar buat packing besok, kami malah langsung cabut ke Sushi Tei karena udah terlanjur janji mau makan malam dengan teman2 kami di sana. Tadinya kami pikir makan malem cuma sampai jam 9 atau 10 malam, so kami bisa balik dan siap2in barang lalu tidur lebih awal. Yak, jam 2 aja sodara-sodara kami baru tidur! Ga packing dulu sebelum tidur, Nda? Ya engga lah. Pantang packing pas mata ngantuk!
Zzz...
Pagi-pagi, langsung grasak grusuk ; mandi, ganti baju, packing secukupnya, telepon taxi, dan siap berpetualang!!!
Semua dilakukan hanya dalam kurun waktu kurang dari 1 jam. :D
 |
| Barang2 pertempuran! |
Sampai di sanur, kami langsung pesan tiket fast boat. Awalnya kami takut kalo kami akan kesiangan, soalnya menurut info dari internet dan blogger2 lebih baik datang awal karena fast boat-nya tepat waktu.
Jam 8 kurang kami sudah berhasil memegang tiket Sanur-Nusa Lembongan. Merasa misi pertama untuk tidak terlambat dan berhasil mendapatkan tiket sudah terpenuhi. Kami merasa jumawa. Langsung memutuskan untuk duduk-duduk di warung deket loket dan pesan sarapan. Soto ayam. Enyaak!
 |
| Sarapan dulu neng. |
Pas lagi makan, iseng kami ngobrol2 sama seorang Ibu yang lagi nyuapin anaknya sarapan juga. Awalnya obrolan basa-basi sampe kami jadi serius bertanya mengenai Nusa Lembongan. Eeee.. dodo, eee.. keliyan tau, ternyata kata si Ibu kami salah beli tiket!! DOWEWWEW!!
Untuuuuung, kami orangnya suka bersosialisasi! Jadilah kami tau kalo kami sempat-hampir-akan tersesat. Tuhan memang tidak akan membiarkan wanita-wanita cantik jelita lagi rupawan dan cerdas ini nyasar, ya. :')
Kata si Ibu, kami seharusnya beli tiket fast boat yang ke arah Jungut Batu, bukan ke yang Nusa Lembongan karena penginapan yang kami booking itu ternyata letaknya agak jauh dari dermaga Nusa Lembongan. Beruntung kami masih bisa menukar tiket dan fast boat-nya masih ada. Kami hanya harus menunggu lebih lama sejam. Tak apa, yang penting ga kesasar :D
Fast boat kami tiba tepat waktu. Kami langsung melenggang to the boat with style. ;)
Duduk manis, pasang headset dan beriringan dengan melajunya kapal, mengalunlah mood boaster di telinga kami. Viva La Vida-nya Coldplay never failed to make us goyang2 and sing along!
 |
| Our Toket. Err, I mean Tiket. |
 |
| Meninggalkan Sanur. |
 |
| Dadah Sanur.. see you soon! |
 |
| The 'pilots' |
 |
| wuuuzzzzz! |
Perjalanan dari Sanur ke Jungut Batu, Nusa Lembongan kira-kira 45menit-1jam. Ga terlalu lama. Saya sibuk melihat kiri dan kanan sementara si Iin tidur2an ayam. Di telinga kami masih menyantel headset yang memainkan lagu2 Coldplay.
Nusa Lembongan sudah mulai terlihat. Saya langsung excited dan sibuk jeprat jepret dari dalam kapal. Whooooooaaa!! GORJEEESSS!
 |
| Welcome view. Mantap! |
 |
| Semacam di Maldives ya... :D :D |
 |
| Nabung, nabung, next time nginep di situ yea! |
 |
| Si Ntong dibilangin jangan parkir boat Mamah-Papah di sini, ga nurut! Hhhh! Susah deh. |
 |
| Tak perlulaaaah, akuuu.. keliliiiing duniaaaa |
 |
| Sampai di Jungut Batu!!! |
Pergerakan mulut kami berkisar antara O dan U. O untuk takjub dan U untuk senyum yang susah dibendung ngeliat cantiknya pemandangan di depan mata.
Tanpa basa-basi kami langsung jalan menuju penginapan yang sudah kami booking. Namanya
Widia Homestay. Dengan bermodal mulut dan dengkul, kami jalan dan nanya2 orang lokal di mana lokasi tempat tinggal kami itu. Dari petunjuk2 mereka, Widia Homestay gampang banget untuk dicari. Sepanjang perjalanan, kami disajikan pemandangan rumput laut yang sedang dijemur. Di Nusa Lembongan, petani rumput laut adalah salah satu mata pencarian utama selain berkebun dan melaut.
 |
| Rumput laut yang sudah mulai kering |
 |
| Fresh seaweed!! |
Daaan, sampailah kami di penginapan yang dicari. Woho! Ternyata tempatnya enak tenan. Kami sangat amat bahagia dan puas dengan tempat dan harga yang bersahabat!
Selain murah, bersih, ber-AC, kamar mandi yang besar, taman yang rapih, dan pemilik yang ramah, tempat ini juga ga jauh2 amat dari pantai. Secara kami sewa motor juga, jadi ga masalah penginapan ga langsung menghadap pantai.
Sangat direkomenasikan untuk menginap di sini. Eh, ada Wifi juga loh. Tapi selama saya di sini, saya cuma pake buat ngobrol di Skype sama keluarga di Inggris aja. Selebihnya saya ga pake buat bersosialisasi di sosial media. Sayang buang2 waktu nunduk liatin layar hape. Mending muter2 liat pantai dan nemuin tempat2 keren.
 |
Sweeeet!
|
Begitu sampe kamar, kami langsung membenamkan diri di kasur. Ah.. tidur dulu deh, lagian masih banyak waktu sebelum besok balik. Masih jam 10 dan masih belum puas tadi tidur kami kepotong pagi2 udah grasak grusuk ngejar fast boat.
Zzz... zzz..
Kami bangun dan siap-siap menjelajah pulau sekitar pukul 1. Sepeda motor sudah disiapkan oleh si Bapak pemilik homestay. Kami tinggal berangkat. Dibekali peta yang disediakan oleh pengelola Widia Homestay, kami langsung gas motor ke arah utara pulau Nusa Lembongan ini.
Mampir dulu di Warung Made, di jalan utama Jungut Batu. Pesan makan siang, sambil dengerin lagu Jack Johnson. Ah, perfect!
Setelah perut terisi, kami lanjut menyusuri pulau lewat jalan utama. Tidak ada tujuan/tempat khusus yang ingin dituju. Kami ingin dikagetkan oleh tempat2 keren di pulau ini.
Sepanjang jalan, suasana di desa Jungut Batu tidak jauh beda seperti desa2 di Bali. Hanya saja, karena pulau ini lumayan kecil, jadi penduduknya juga tidak sebanyak di Bali. Tapi fasilitas dan akomodasi rata-rata sudah terbangun dengan baik. Kami penasaran untuk mencoba jalan-jalan kecil yang entah akan menembus ke mana.
Setelah puas ceprat cepret di sepanjang jalan ke ujung utara pulau yang notabene hanya ada hutan bakau, kami putar balik, ke selatan pulau yang katanya cantik sekali apalagi ketika sunset.
Sengaja kami tidak terburu-buru karena ini menikmati setiap detail pemandangan yang kami temukan. Ada kali setiap 5 menit, kami berhenti untuk foto2. Hehe. Untuk kami banci foto. Jadi cucok deh.
Modal peta yang tadi, kami mulai memasuki dan menyelinap2 melalui jalan-jalan kecil di homestay2/hotel2 yang megah di daerah Mushroom beach, Sunset point, dan Sunset beach.
Aaaaaaakk mau nangis setiap liat pemandangan yang kami temui. Rasanya mau guling2an di pasir, trus nyelup langsung ke airnya yang bening dan berwarna biru-hijau-tosca itu.
Iin mencoba menahan saya supaya ga kalap dan safe the energy untuk lihat-lihat dan bereneng di pantai paling akhir kami temui. Walaupun saya sempet merengut dengan usulannya, tapi toh saya setuju dan untungnya kami memang mendapatkan pantai penutup yang asoy aduhai ble le le le deh pokonya.
 |
| Makan siang yang maknyus. Ini nasi goreng pasti ada ganjanya. Enak bangat! |
 |
| di motor masih aja teteup foto2! |
 |
| di ujung utara Nusa Lembongan. Tentram sekali ya. |
 |
| Mangrove forest |
 |
| Nusa Lembongan dari puncak bukit. |
 |
| Aaaa!! Look what we've found! |
 |
| Little heaven!!! |
 |
| Minta DIJAMAH banget ga sih ni pantai?! |
 |
| Males ngedit/nge-rotate. Yaudah ya lah. |
 |
Huhuhu.. canteeek!!
|
Hari semakin tua, kami memutuskan untuk menikmati sunset di pantai yang bernama Dream Beach. Konon kabarnya ini pantai keren banget. Kami pun bagaikan dua Dora the explorer tanpa poni mencari-cari dimanakah si Dream beach ini.
 |
| Belok kanan, menuju pantai impian. |
 |
| Lalu belok kiri, menuju pantai impian. |
 |
| Belok kiri lagi, |
 |
| Taddaaaa!! Itu pantainya! |
 |
| Eh, sebelum turun ternyata di sebelah kirinya ada view keren. |
 |
| Foto dulu dong. Keliatan ga sih akunyaaa? Itu yg di sebelah kanan. |
 |
| Man, this pool!! Pemandangan langsung menghadap Dream Beach. |
 |
| Kalap, langsung lari ke pantai! |
 |
Di pantai ini cuma ada kami bedua. No wonder its called The Dream Beach!
|
Sore itu kami tutup dengan sesi foto bikini yang sayangnya ga akan saya liatin di sini. Haha, agak ga penting juga sih. Intinya kami seneng dan sooo excited karena sudah menemukan dan melihat sebagian pulau hari ini. Masih ada setengah hari besok sebelum kembali ke Bali.
Malem di Nusa Lembongan itu sesungguhnya ga ada menarik2nya. Jalan raya sepanjang kami lewati sepi banget. Kami coba mencari2 info dimana tempat yang bisa kami kunjungi kalau weekend, tapi mereka kebanyakan menjawab biasanya di dalam hotel masing2.
Boo', secara kami tinggal di homestay sederhana ya, mana ada bar dan restonya. Jadi setelah makan malem, kami memutuskan untuk menyimpan energi, tidur, supaya besok bisa bangun pagi dan lanjut jalan-jalan ke bagian pulau yang belum terjamah. Dan kami juga pengen nyeberang ke pulau kecil tetangganya Nusa Lembongan, Nusa Ceningan.
:)
Pagi-pagi kami sudah siap. Sudah sarapan. Sudah bawa bekel. Sudah siapin kamera dan handphone. Sudah bawa sarung untuk nutupin kepala dan paha, karena panasnya bener2 menyengat, dan sudah cantik (kalo itu sudah bawaan lahir, ehem).
Cus, kami berangkat menuju jembatan penyebrangan yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Menuju tempat itu, pemandangannya desa yang sepi, dan tenang. Bau rumput laut yang sedang dijemur sepanjang jalan benar-benar akan membekas di ingatan saya.
Ah. Another blessing in our life.
Jadi teman-teman yang budiman, untuk menyebrang ke Nusa Ceningan kami harus melewati jembatan yang cantik dari jauh, tapi serem dari deket. Gimana ga serem?!? Itu jembatan kecil banget ya. Hanya bisa dilewati satu motor. Jadi kalau ada yang mau lewat dari arah depan, harus nunggu sampe si motor selesai melewati jembatan dulu. Sebenernya bisa sih lewat motor selip2an, tapi serem banget, sumpah. Goyang2 gitu jempatannya karena angin. Hiiiiyh.
Pas kami lewat jembatan itu, dari ujung ke ujung jembatan, saya teriak kaya naek rollercoaster! Mata merem tapi jari tetep mencet shutter kamera sepanjang jembatan. Sementara si Iin teriak2 seneng-kegirangan megang setir motor.
Nu gelo lah!!! But, it was such a great experience!!!
 |
| awalnya aja udah horor tuh liat! |
 |
| Ini dia jembatannya! |
 |
| Langsung blur karena fotonya ga pake liat kamera. Ceprat cepret dari atas kepala sambil merem. |
Begitu nyampe. Saya minta Iin berenti sebentar dulu. Kami narik napas dan ketawa2 dulu bentar. Merayakan perasaan yang ruaar biasa ketika melewati jembatan laknat itu!
Setelah 5 menit, kami lanjut jalan.
Ga jauh dari si jembatan, kami tertarik untuk masuk ke dalam sebuah penginapan yang penampakan dari luarnya sangat menggoda.
Berlagak turis lokal yang kebanyakan duit, kami masuk penginapan itu dan sok-sok liat kamar, kolam renang dan pemandangannya. Si Mbok yang lagi bersih2 di salah satu kamar, hanya menganggukkan kepala kepada kami dan tersenyum. Yes, ga masalah. Kami langsung merasa dapat lampu hijau untuk menelanjangi penginapan ini lebih detail. Ngahaha.
Mari dilihat-lihat foto2nya.
 |
| Dermaga depan penginapan |
 |
| Lagi musim kemarau, jadi airnya bener2 surut! |
 |
| Neng, neng, awas jatoh neng. Liat sapa sih? Si Tomat masih di Inggris deh! Ga usah tengok2 ke situ! |
 |
| Kalau ada airnya pasti keren! |
 |
| Ini bunga pohon bakau. Cakep yah |
 |
| Wowowowowow! |
 |
| Cute rooms!! |
 |
| Adem dan tentrem. |
Lanjut...
Perjalanan mencari tempat yang keren-keren kami semakin panas. Panas karena cuaca dan panas hati juga karena excited dengan apa yang akan kami temui.
Awalnya, kami sempat 'kesasar' entah di mana. Kalau dilihat dari peta, kami ada di tengah-tengah pulau. Tapi kami tidak keberatan sama sekali. Kami malah menikmati setiap detail cantiknya pulau ini. Iin malah sempet terbawa suasana berlebihan. Dia jadi tarzan locat2 di sebuah pohon mangga yang kami lewati dan dia tergoda buat metik beberapa buahnya. Hadeh ni anak ya. Saya sih duduk manis aja di atas motor sambil motoin dia loncat2 ngambilin mangga yang bentuknya ga kaya mangga.
Satu kendala yang kami keluhkan dengan candaan di pulau ini adalah jalanannya yang tidak semulus paha kami. Book, jalannya busuk sebusuk2nya jalan. Lobang dan baru krilik dari yang ukurannya imut sampe amit2 tergelar di sepanjang jalan. Jadilah kami harus terguncang2 di atas motor.
Nantangin nih jalanan!
Kami bertekad untuk tidak tunduk dengan jalan, dan terus mencari tempat yang keren. Dan benar saja, setelah beberapa lama kami belok kiri, belok kanan, naik-turun, kami menemukan beberapa pantai yang amit-amit bagusnya. Ampe mulut ga bisa dijaga nih saking pujian ga bisa menandingi buat mengekspresikan apa yang kami liat.
 |
| jalanan yg 'alami' sekali ya?!!?!! |
 |
| Liat ni anak ampe turun2 demi liat ujung karang. Hadeh. |
 |
| Dari jauh juga keliatan kan :D |
 |
| Ini namanya Secret Beach. Sumpah emang secret banget. Ga ada tanda, ga ada tulisan, pokonya Secret sebenar2nya deh. |
 |
| Di belakang Secret Beach lagi dibangun penginapan yang nampaknya akan keren beut. |
 |
| Secret Beach dari atas |
 |
| salah satu kamar yang sudah hampir jadi. Akan dilaunching bulan Desember nanti. |
 |
| Dibela2in berdiri di sini beberapa menit untuk menikmati pemandangan walau panasnya bikin kelinyengan. |
 |
| Demi ini, teman. Demi ini saya rela gosong! |
 |
| Priceless. |
Puas liat Secret Beach dan foto2, kami ga sengaja papasan sama belih yang berlawanan arah. Kemudian kami bertanya adakah tempat/pantai cantik yang lain di sekitar ini? Dia merekomendasikan Jumping Point di Blue Lagoon dan Ceningan Point.
Setelah bilang makasih, kami buru2 mencari dimanakah si Blue Lagoon yang tersohor dengan jumping pointnya itu.
Sepanjang jalan saya ngoceh dan bertanya2 ke Iin, "Masa sih ada orang mau terjun langsung dari karang ke laut? Emang ga mati? Lagian kalo di bawahnya ada karang atau ada hiu gimana? Emang setinggi apa?" Iin menjawab satu persatu ocehan saya dengan sabar. Di akhir ocehan saya bilang saya mau loncat juga kalau memang tempatnya beneran keren. Saya minta dia untuk stand by saja dan mengambil foto saya ketika loncat. Dia langsung menghancurkan impian saya ketika dia bilang "bayar tau!!" Oh.. yah, ga jadi deh. Hahaha. Perbekalan udah menipis, ntar aja next time ke sini lagi baru loncat.
Daaaaan... ini lah si Blue Lagoon :
 |
| Huhuhu, HEEL ERG MOOI! |
 |
| Kolam renang alam. Airnya hijau tosca. Pengen nangis liat saking bagusnya. |
 |
| Pertanyaan2 yang tadi saya ucapkan terjawab semua ketika melihat ini di depan mata. |
 |
| Dipasangin tali buat maenan bola volley air, atau gelantungan. Ah.. kayaknya seru banget yaaaa. |
 |
| Itu kawan. Itu adalah si jumping pointnya. Dari ujung itu lah orang2 yang ga punya jantung bisa langsung loncat ke kolam renang ilahi ini. Saya yang awalnya sotoy, sok berani dan sok mau loncat, langsung jilat2 manja ludah sendiri. Hiiiyh, duduk di payung itu aja udah lemes banget rasanya. Apalagi loncat!?!?! |
 |
| Walaupun airnya sebiru dan semenggoda ini. Saya tetep ga beraniiiiii >.< |
 |
| Subhannallaaaaah.. ini tempat bikin DHEG banget deh. |
 |
Abis loncat langsung jongkok dan ga berani berdiri dulu. Takutttt! hahaha demi pose yang keren. Untung lagi ga ada angin kenceng. Kalo lagi ada, bisa kebawa terbang ke belakang tuh, Nda! :))))
|
Haaaah. Dada saya dipenuhi luapan emosional rasa seneng, takjub dan excited yang berlebihan. Adudududuh, kenapa saya bisa selama ini baru menemukan tempat ini sih?!? Nyeseeeel banget dulu si kekasih hati pernah ngajak ke sini dan ga pernah terlaksana. :(
Di Blue Lagoon ini kami kenalan sama si belih yang jaga tempat ini. Jadi, untuk loncat di sini, kita harus bayar 50ribu saja teman. (50 RIBU UNTUK MENYERAHKAN NYAWA KE AIR YANG BIRU?!?!? Belum nyampe air, saya udah kena serangan jantung dulu. NO THANKS. I NEED TO SEE MY MAN SOON!). Saya ngebatin dalam hati, tapi kalau si bokin liat ini dia pasti udah mau bayar dan akan berkali2 loncat! (-.-')
Tadinya saya pikir inilah akhir perjalanan saya di Nusa Ceningan karena waktu sudah semakin siang pula. Kami harus kembali ke Nusa Lembongan (damn, dan harus melewati jembatan brengsek itu lagi) sebelum jam 2. Kami juga udah kelaperan karena belum makan siang.
Eeee.. tapi si belih itu sungguhlah menggoyahkan iman kami yang memang dasarnya sudah tipis. Dan sangat murah kalau diiming2in "pantai cantik" lainnya.
Begitulah. Rencana untuk jalan lurus ke arah pulang, jadi berbelok demi melihat satu lagi pantai terakhir di Nusa Ceningan.
Ya Allah, gusti pangeraaaaan.. ternyata pantai ini juga cantiknya bikin guling2an!! Saya kalap. Bener2 ga bisa nahan diri. Langsung buka baju dan nyebur di tengah hari bolong yang puanasnya udah kaya di neraka (macam udah pernah maen ke neraka aja, Nda?!).
Aaaakkh, saya ga perduli mau seporong dan akan sehitam apa nanti saya jadinya. BODOOOO! Saya mau berenaaang! Dan saya pun teriak2 kesenengan sendiri, kecipak kecipuk maen air yang sebening cristal. Bule yang lagi berenang di deket situ ikutan ketawa2 liat saya kaya anak kecil kegirangan liat coklat!
Tapi sayaaang, kamera saya udah mati pas saya lagi berenang di Ceningan Point ini. Jadi saya ga bisa share secantik apa pantainya. Cuma saya bisa bilang, ini pantai terenak untuk berenang sejauh ini. Airnya beniiing, ga berpasir, ga lengket2 banget, dan dingiiin! Jadi pas banget lagi panas2nya nyempung ke sini. Di sini juga ternyata ada jumping point, tapi ga se-spektakuler di Blue Lagoon. Kira2 kalo di Ceningan Point cuma 6 meter. Di Blue Lagoon itu 14meter boook. Mau mati ga tuh?!? Ya ga mau lah, Nda!
Seneeeng, seneng, seneng!!!
Kami balik ke arah jempatan dengan berbalut kain yang basah dari bikini kami. Ah, tak apa. Ga akan masuk angin. Bentar juga kering.
Tapi kami bener2 kelaperan, jadi kami memutuskan untuk makan dulu sebelum menyebrangi si jembatan kuning itu.
Yum yum makanan yang kami pesen enak banget dan tempatnya maknyus. Relaxing banget.
Santai dulu sambil mengatur napas akibat adrenalin yang melonjak2 sejak tadi.
 |
| Walaupun si pacar lagi ga ada di sini, khayalan tetep jalan dong. Dengan bantuan buku terkutuk ini tentunya. hahaha! Anak setan! Istigfar ndaaaa |
 |
| view from the restaurant. Epic! |
 |
| Relax, bithces!! |
 |
| Mari makaaaan!! |
Capeee! Seneng! Kenyang! Puas! Bahagiaaaa... Sayaaaaang!! I wish you were here!!!!!
Saya meneriakkan semuanya dalam hati di sepanjang perjalanan pulang ke Nusa Lembongan. Dan dari Nusa Lembongan kembali ke Sanur.
Malamnya, saya bercerita ini dan itu lewat telepon kepada si pemilik hati ini. Dia tertawa senang. Dia terdengar bahagia tahu si kecilnya ini sedang senang. Dalam hati saya berucap syukur berkali-kali. Alhamdulillah. Hari saya ditutup semakin indah dengan suara nyanyian dia yang cempreng dan ga jelas nada dan kata2nya. Hahaha bless him. Buat saya, he's the best singer in the world. Oh, well, maybe second. After Chris Martin *mintadiputusin* Hahahaa.
Semoga cerita saya di Nusa Lembongan bermanfaat ya. Kalau ada yang mau nanya2 soal detail Nusa Lembongan boleh email saya. Kalau sempat saya bales, kalo engga ga papa ya.
Have a great monday, everyone!
 |
| Viva La Vida!!! |
PS : Kalau ada yang nyoba trip ke Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, ini saya lampirkan itinerary versi kami. Jadi bisa buat bayangan berapa kira2 budget jalan-jalannya.
Selamat jalan-jalan!!!