13.10.16

Bali again!

Hallooo, 

Yak, lagi-lagi nonggol setelah sebulan menghilang. Dan kali ini datang dengan "rumah" baru. Beberapa hari yang lalu, saya kepikiran untuk mendandani blog ini lagi setelah bertahun-tahun ga dijamah. 

Setelah lihat-lihat dan coba-coba ini itu, saya akhirnya milih theme yang agak feminim dengan memilih warna pinky untuk theme blogspot saya kali ini. Mudah-mudahan saya ga labil dan ganti theme dalam waktu beberapa bulan ke depan :P

Anyway, APA KABAAAR?!?!? Mudah-mudahan kalian sehat wal afiat ya, senang-senang dan bahagia selalu ya. Kabar saya pun alhamdulillah baik. Status masih pengangguran tapi bahagia karena sedang sibuk belajar dan traveling. Sebel sih ga kerja, tapi setelah dipikir-pikir, enak juga jadi part time traveler (walaupun ga dibayar). 

Dari terakhir saya nulis di blog ini, saya lumayan loncat sana sini dengan suami dalam rangka memperkaya diri dengan pengalaman berjalan-jalan kami. 

Saat saya menuliskan ini, saya sedang menikmati makan siang vegetarian saya di Warung Kecil, Seminyak, Bali. Yes, saya lagi di tanah air dan Bali lebih tepatnya. Saya tiba di pulau dewata kemarin siang. Agak aneh rasanya datang sendiri (lagi). Jadi sedikit melow kemarin sore. Tapi sekarang sudah tidak. 

Kepulangan kali ini ke tanah air adalah dalam rangka merayakan hari pernikahan adik bungsu saya minggu lalu di tempat yang sama ketika saya menikah setahun yang lalu. Kali ini saya pulang sendiri karena suami sudah tidak punya cukup banyak hari libur dari kantornya. Saya pun memanfaatkan waktu kali ini untuk bertemu teman-teman di Serang, Jakarta dan Bali. 

Selama di Bali ini dan nanti, saya tinggal di rumah teman dekat saya. Senang sekali bisa sekali lagi merasakan tinggal sebagai orang lokal, bukan sebagai turis. Rasanya seperti dulu lagi.

Iin, teman saya itu, datang menjemput di bandara dengan mobil kantornya. Saya berceloteh betapa lucunya tahap kehidupan kami. Dulu waktu Bali belum punya bandara sebesar dan semodern ini, kami selalu jemput menjemput satu sama lain dengan sepeda motor. Mau sebesar dan seberat apa pun bawaan/koper kami. Kami akan bersusah payah menembus jalanan sampai sampai kosan dengan selamat dengan bawaan kami itu. Lalu kini, dia datang dengan menenteng laptop, berpakaian casual dan dengan muka bermake up tipis. Yang lebih bikin saya terkekeh adalah dia menjemput saya dengan mobil dari perusahaan dia bekerja sekarang. Kami berdua tertawa mengenang masa-masa kami dulu sering berpanas-panasan naik motor kemana-mana. Dan sekarang si wanita karier, yang selalu dia pelintir jadi wanita kurir, ini menjemput saya dengan santai dan nyamannya menuju rumah yang akan jadi tempat tidur saya selama seminggu ke depan.


my B***h

Setelah menaruh koper dan sedikit duduk-duduk sesampainnya kami di rumah Iin, kami langsung menuju Legian untuk menikmati kepala muda di tepi pantai sambil catching up -yang saya yakin akan berseri sampai minggu depan-, kami melanjutkan ke Warung Bebek Gober, tempat kami bertemu teman lain yang saya kenal di Liga Tari UI. Iko namanya. Setelah merantau di Thailand dan Malaysia selama kurang lebih 2 tahun, sekarang dia bertanggung jawab sebagai Costume Designer-nya Club Med di Bali. Saya senangnya minta ampun. Sudah lama saya ga ngomong bebencongan. Jadilah tadi malam saya kebanyakan ketawa daripada ceritanya. 

Good food, good friends, good place.

Saya tidak punya rencana khusus berkunjung ke Bali kali ini. Sederhana karena ingin bertemu teman baik, mengingat dan mendatangi tempat-tempat favorite, dan mengexplore sesuatu yang baru. Dan entah untuk keberapa kali Bali selalu mengejutkan! 

Pagi ini saya bangun agak siang, sekitar 8 pagi. Saya tidak langsung bangun, karena ingin menikmati pemandangan di luar jendela kamar yang langsung ke arah sawah hijau. Saya nikmati benar setiap menit yang saya lewati. Sungguh.

Pemandangan di depan rumah Iin

Lalu saya mandi dan siap-siap menuju satu tempat yang Iin sarankan untuk sarapan dan santai-santai menunggu jam makan siang. (Yes, if you are notice later all i talk about is food, food, food. Terrible). 
Tempat itu bernama Milk and Madu. Sebuah restoran dengan konsep cozy, untuk semua umur (very family friendly), dan dengan menu makanan yang sehat dan enak tentunya. Saya mencoba menu Breakfast mereka yang sungguh membuat senyum-senyum sendiri. Bukan, bukan karena mangkoknya bisa ngelawak, tapi karena ada anak kecil liatin saya makan dengan merem melek saking enaknya. Saya jadi malu dan mesem-mesem sendiri, tengsin. 
Biar ada gambaran seperti apa sarapan yang saya pesan, kira-kira penampakannya seperti ini : 

YUUUMM!!! 
 Di Milk and Madu ini saya menghabiskan waktu kira-kira 2,5 jam. Awalnya saya mau ngeblog di sana, tapi internet-nya lagi gangguan. Jadi 2,5 jam saya habiskan untuk lihat-lihat orang datang dan pergi, nguping pembicaraan tetangga yang pake bahasa Prancis (mayaan latihan biar ga syok bulan depan masuk kelas lagi), dan membaca buku Bumi Manusia. 

Setelah bosan dan kaki mulai gatel, saya mengepak barang-barang dan siap-siap berangkat ke tempat selanjutnya. Tujuan saya adalah makan siang di Warung Kecil. Tempat makan kesukaan saya sejak 2 tahun lalu, Nadine memperkenalkannya kepada saya. Tapi kali ini mereka sudah punya cabang di Seminyak. Kebetulan saya dari Canggu, tidak terlalu jauh. Jadi saya mau mencoba cabang yang baru itu. Sebelum menuju ke sana, saya membiarkan diri tersasar-sasar beberapa kali. Tak apa, memang sengaja. Barangkali saya menemukan sesuatu yang menarik along the way.

Kira-kira 1 jam perjalanan santai saya dari Canggu ke Seminyak termasuk acara nyasar-nyasaran, saya sampai di Warung Kecil Seminyak. Saya langsung mencari tempat duduk yang pewe dan memesan menu vegetarian yang sudah saya idam-idamkan dari setahun yang lalu, terakhir saya makan bersama suami dan keluarga di Warung Kecil Sanur. 

Taddaaa.. ini makan siang saya.

Kenyang makan enak dan sehat, saya memesan jus mangga dan mulai bercerita tentang hari saya di Bali. Internetnya juga lumayan cepet. 

Dalam waktu setengah jam lagi saya harus sudah bergerak menuju tempat selanjutnya. Serenity Eco Guesthouse- Yoga place. Sore ini saya daftar untuk coba Fly high yoga, yang instrukturnya adalah teman dari teman saya. Saya penasaran seperti apa. 

Saya akan ceritakan bagaimana High Fly Yoga itu besok ya. Sekian dulu untuk hari ini. Besok saya bercerita lebih banyak lagi. 

Mari.....




Bali, 13 Okt 2016
Anda

13.9.16

MIMA - Museum of contemporary arts in Brussel

Sudah dari dulu keinginan untuk pergi mengunjungi museum ini, tapi baru kesampaian minggu lalu pas saya merayakan ulang tahun. Itu pun juga karena saya sudah keduluan teman baik dari Jakarta yang jauh-jauh berkunjung ke Brussel dan mengunjunggi museum ini (kompetitif banget kan anaknya ga mau kalah. hehehe). Maka semakin menjadi-jadilah keinginan saya untuk datang dan melihat langsung. 

Museum ini terletak di samping kanal Molenbeek, Brussels. Daerah yang punya reputasi unik. Apalagi semenjak kejadian ga enak terkait bom dan teroris di Paris dan Brussel sendiri. Nama daerah ini jadi semakin tenar karena dipercaya ini adalah tempat berkumpulnya para otak dari teroris yang ada di Eropa. Bener apa engga? Saya ga tau pasti. Kalau bahasannya itu bisa panjang. Jadi mending kita konsentrasi sama museum MIMA aja.

photo from http://www.mimamuseum.eu/visit/


Cerita tentang keberadaan museum MIMA sendiri tergolong unik untuk saya pribadi. Mungkin tidak untuk orang-orang yang tinggal di sini karena ternyata ada beberapa tempat yang punya konsep yang sama. Konsep apa itu? Jadi museum seni ini dibuat dari ide beberapa seniman kontemporer dengan menggunakan bangunan tua yang sudah tidak terpakai. Dulunya bangunan ini adalah tempat pembuatan bir. Karena produksi sudah berpindah tempat, maka mereka tidak lagi memakai gedung ini dan saat itu muncullah untuk tetap menggunakan bangunan ini sebagai sarana para seniman mempertunjukkan karya-karyanya. Untuk kalian yang mau lebih tau soal sejarahnya, silahkan baca di sini.  Saya mau menceritakan pengalaman saya mengunjungi museum saja. 

Kalau boleh jujur, saya bukan pecinta museum. Tapi semenjak tinggal di Brussel, angka mengunjungi museum setiap tahun semakin mengingkat. Hampir semua museum sudah pernah saya masuki, dari museum seni, sejarah, komik, perang, bir, musik, pokonya yang ada kata museum-nya hampir bisa dibilang sudah pernah saya datangi. Kenapa? karena : suami saya, para pembaca yang budiman. Si suami doyan sekali pergi ke museum. Museum seni (lukisan, seni kontemporer, abstrak, dll) dan museum perang adalah favorite dia. Yess, kebayang kan gimana muka saya begitu ditawarin mau masuk museum perang?! Bahkan ketika saya menggelengkan kepala pun, saya akan berakhir masuk ke dalam dengan tarikan tangan si suami sambil bilang "it's gonna be fun inside
Zzzzzz.


Lalu, semakin banyak saya mengunjungi museum, semakin terbiasa lah saya dengan keingintahuan soal isi museum itu. Inilah kenapa sekarang saya jadi (eheem) lumayan suka dengan museum sekarang. Selain alasan lain; saya jadi merasa sedikit pintar setiap kali keluar dari museum karena dapat informasi baru dari museum tersebut. 

MIMA mungkin salah satu museum yang paling saya suka dari beberapa museum di Brussel yang pernah saya datangi. Bukan karena arsitektur bangunannya yang berbeda, tapi karena perasaan yang timbul ketika saya memasuki setiap ruangan yang berisi koleksi karya seniman dengan penjelasan-penjelasannya. Sederhana dan mudah dimengerti dan dinikmati. Setidaknya untuk saya. 

























Meskipun koleksinya terhitung minimalis (mungkin dikarenakan keterbatasan ruang dan tempat pameran), saya merasa semuanya pas. Cukup. Tidak terlalu banyak atau sedikit. 

Di samping museum ini terletak hotel Belle-vue, yang adalah nama perusahaan bir yang dulu diproduksi di bangunan ini. Ketika saya datang, ada banyak anak muda yang duduk-duduk dan santai di teras hotel dan di cafe museum. Saya lalu berasumsi mungkin hotel ini semacam hostel untuk anak muda atau backpack yang berkunjung di Brussel. Interior dalam sekitar resepsionis juga lumayan menarik. Kalau kalian mampir ke museum ini, cobalah main-main ke dalam sebentar :) 

Tiket masuk ke museum ini 9 euro untuk dewasa. Karena saya punya kartu pelajar, saya selalu pake untuk dapet tiket dengan harga student yang bedanya kadang ga seberapa. Paling banyak beda 4 euro. Tapi biasanya hanya beda 1-3 euro. But hey, it's lumayan banget buat pengangguran macem saya :D

Kalian juga bisa menikmati pemandangan sepanjang kanal di Molenbeek dari rooftop bangunan MIMA ini. Kalau cuaca lagi bagus banget, this is really pleasant. Tapi kalau ujan, cukup senyam senyum manggut-manggut dari dalam aja lewat kaca pintu yang transparan.

Nah buat kalian yang ga punya kendaraan pribadi, museum MIMA ini bisa dijangkau dengan transport publik. Ada metro, bus dan tram yang berhenti tidak jauh dari gedung ini. 
Menurut saya, museum ini layak dikunjungi jika kalian tertarik dengan seni kontemporer. Dan di bagian toko souvenir, mereka jual kaos-kaos lucu dengan harga yang lumayan lucu juga (hehehe maklum anak sekolahan, irit liat t-shirt harga 25-35 euro). 

Kalau kalian sempet mampir dan masuk, bisa sharing pengalaman di comment :)

Selamat menikmati museum MIMA. 


Anda, 
Brussel, 13 Sept 2016

11.1.16

Ada yang baru tahun baru ini

Sebenernya, ini sudah dan dimaksudkan untuk diposting di blog baru saya, www.andasuranda.com, tapi barusan website itu crashed dan saya freaked out. Jadi saya back up di sini juga deh tulisan ini. Udah nulis gini kan sayang kalau ilang. Ujung-ujungnya saya ga jadi pindah rumah ini judulnya. Jadi kayak punya 2 rumah. Hhhh... maap yak. Tapi yaudahlah, emang saya banyak maunya kok anaknya :P

Silahkeun dibaca manteman.

SELAMAT TAHUN BARU 2016!! 
Apa yang berubah tahun ini? Ada beberapa hal yang baru.
Sekarang saya adalah seorang istri dari lelaki asal Polandia yang saya kagumi dan cintai luar-dalam. Kami menikah Agustus 2015 di Warsawa, Polandia dan Oktober 2015 di Cilegon, Indonesia.
Saya terima lamaran dia summer lalu untuk menjadi suami saya setelah menjalin hubungan percintaan yang cukup singkat hanya dalam 1 tahun. Walaupun dia lupa bawa cincin pas ngelamar saya di saat sunset cantik di sebuah pulau paling indah yang pernah saya kunjungi di timur Indonesia bernama Kenawa, saya ga sedih. Saya tetep bilang "Iya, I do" sambil mewek. (Dia akhirnya kasih cincin lamaran pas kami udah balik ke Brussel, hehehe, penting abis dijelasin!!).
IMG_1685
IMG_1794
IMG_6541
Selain ada 2 cincin (1 cincin lamaran, 1 cincin kawin) melingkar di jari manis tangan kiri saya, saya resmi menjadi pengangguran sejak kira-kira 4 bulan lalu. Dengan berbagai alasan dan cerita drama yang memenuhi perjalanan karier saya (tssaaah) sebagai abdi negara di KBRI Brussel, saya melepaskan pekerjaan dengan perasaan campur aduk. Intinya saya sekarang sedang belajar menerima bahwa menjadi pengangguran di negara orang itu TIDAK ENAK SODARA-SODARAAA!! Engga nyesel banget sih ngelepasin pekerjaan itu, tapi agak sebel aja karena belum nemu kerjaan baru. Itu pun karena saya belum mulai cari yang baru dan ga tau kenapa masih males untuk memulai.
Jadi sekarang, status saya sebagai pegawai berubah menjadi pelajar. Karena semenjak datang kembali ke Brussel bulan November 2015 lalu, saya mengambil sekolah bahasa prancis intensif setiap hari selama 5 jam! Nah, makan tuh bahasa paling romantis di dunia. SUSYEEE MAAAK!
Sempat kepikiran untuk merubah status menjadi vegetarian juga belakangan ini, tapi setiap mencium bau udang bakar atau ngebayangin aroma cumi asam manis, iman saya ternyata belum kuat. Maybe next time :P
Lalu, lalu, saya sedang sangat bersemangat mengerjakan ini itu terkait dengan rencana Euro Trip saya dan teman dekat yang akan datang jauh-jauh dari Jakarta bulan Februari depan. Oh, mudah-mudahan dalam event ini saya jadi lebih bisa banyak cas cis cus di sini. Udah lama dan kayaknya sekarang waktu yang tepat buat menulis lebih banyak.
Semoga!