29.4.10

Hibernate

Saya punya pengakuan. Sebuah kenyataan tentang diri saya, yang selama ini tidak banyak orang tau. Dan sebenarnya baru saja saya sadari penyebabnya.
Saya punya habitat/sifat jelek. Yaitu suka uring-uringan ga jelas. Rungsing teu parapuguh, kalo bahasa canggihnya.
Jadi, ternyata saya baru menyadari kalau saya suka menjadi orang yang sangat sensitif, negatif, manja, demanding, dan nyebelin ga ketulungan. Tapi hal ini ga selalu terjadi loh, hanya kalau saya lagi ada di situasi yang saya kasih nama "sakit-jiwa" atau mungkin kalian lebih familiar sama kata "homesick".

Biasanya, setelah 3 minggu tidak menginjakkan kaki di bumi Serang Bertaqwa tercinta, saya sudah bisa dipastikan ada dalam kondisi "sakit-jiwa". Tidak diragukan lagi.

Seperti kemarin malam misalnya, puncak dari "sakit-jiwa" saya. Percampuran rasa dari kangen orang rumah, deadline terjemahan, masalah komunikasi yang buruk dengan seorang teman, dan kisah cinta saya yang harus berakhir karena kebodohan saya, membuat saya tidak tahan untuk menangis. Waktu itu, saya baru selesai mengerjakan terjemahan saya di sebuah coffee shop di daerah senayan. Saat itu, kondisi emosional saya sudah meluap-luap alias air mata udah mau tumpah.

Akhirnya, tak tertahankan. Meledaklah tangisan saya saya di dalam sebuah taxi. Dan perjalanan dari Senayan ke Kemang pun terasa melegakan..
Kasian juga sih sama di bapak supir. Dia kayaknya ga tenang nyetir, setiap lima menit sekali lirik ke spion untuk memastikan saya tidak bunuh diri. *lebay.com*


Setelah nyampe kosan, saya memutuskan untuk balik ke rumah besok lusa, apapun yang terjadi.


Sekarang, saya ada di rumah. Sedang berleha-leha dan menikmati setiap detiknya bersama orang-orang tercinta. Saya memutuskan untuk menghentikan semua aktifitas saya selama dua hari.
Oh, it feels so damn good ada di deket orang-orang yang tulus mencintai kita = our family.


Anda.

1 comment:

dhiesta natalia said...

cup cup cup my darling.
I was so worried atm..
but u'll survive.
Me too lagi uring2an nih, masalah kerjaan yg tak kunjung menghampiri *looh, kok malah curhat*
laten we maar praten van haart tot haart.
Sterk ya meis.
kus kus..