Selamat tahun baru, teman-teman.
Hari ini saya bangun kira-kira jam 12an. Hal pertama yang saya pikirkan tentu saja dia, lelaki saya. Yang saya harap sedang tersenyum dalam mimpi panjangnya mengingat kenangan2 manis di tahun 2011 bersama saya.
Tadi malam, setengah jam sebelum tahun baru di Jakarta, saya menelepon dan berbicara dengannya. Mengatakan betapa dahsyatnya perjalanan kami di tahun 2011. Mengatakan bahwa betapa saya merasa bersyukur dengan semua yang saya punya dalam hidup. Mengatakan betapa saya semakin mencintai dia. Unconditionally. Mengatakan bahwa saya percaya kami akan bersatu lagi. Entah bagaimana cara Universe membuatnya jadi nyata. Dan mengatakan betapa saya bangga dan bersyukur bahwa dia masih berjuang untuk kembali. Kepada kami, orang-orang yang mencintai dia tanpa lelah dan pamrih.
2011
Setahun yang lalu, di hari yang sama. Saya tidak pernah berpikir akan melewati satu tahun yang membuat saya terbang ke langit ke tujuh saking senangnya, tapi juga merasakan jatuh dan terbanting remuk luar biasa ke bumi paling dasar saking sakitnya.
Di awal dan seperempat tahun 2011, saya dibuai begitu indahnya dunia. Cinta, harapan, mimpi. Di pertengahan tahun 2011, saya "dipaksa" menjalani pahitnya hidup.
Saya masih ingat moment terindah dalam hidup saya di tahun 2011. Ialah ketika dia berkata ingin datang berkunjung ke rumah dan bertemu langsung dengan 4 orang paling saya cintai di dunia. Mamah, Papah, Abang dan Dede. Ialah ketika dia "meminta" kepada kedua orang tua saya untuk meninggalkan Indonesia demi mewujudkan mimpi-mimpi kami. Ialah ketika dia menitikkan air mata di depan Mamah saya, berkata "Aku cinta Anda..." [Bless him].
Ialah ketika dia menjawab pertanyaan Mamah mengapa dia mencintaiku, bahwa saya berarti segala2nya untuk dia. Ialah ketika Mamah saya menangis berkata "Ibu merestui kalian. Tolong jaga Anda baik-baik. Dia segala-galanya bagi Ibu.". Dan di saat Mamah menitikkan air mata, di saat yang sama, dia menggengam tangan saya erat, menciumnya di depan kedua orang tua saya sambil berkata.. "Pasti, Ibu".
Mata kami saling menatap berkaca-kaca bahagia. Demi Allah, saya tidak pernah merasakan bahagia seindah itu. Tentu saja, Papah saya yang sebenernya berhati Rinto tapi bermuka Rambo bertahan sekuat tenaga untuk tidak ikut2an menangis. Pura-pura batuk, beliau meminta diri keluar teras sebentar untuk mengambil udara segar. Tapi saya tau, beliau tak bisa menahan gejolak bahagia dan haru di dadanya ketika ada seorang laki-laki yang datang ke "Istana"nya, meminta putri satu2nya untuk mengarungi hidup yang ingin saya jalani.
Dan ketika kami mengabari berita bahagia kepada orang tua dia, mereka menyambutnya dengan gembira.
Dan moment paling pahit seumur hidup saya. 9 Juli 2011. Menemukannya terbaring di Emergency Room. Tubuh ini rasanya tak bertulang. Tapi otak dan hati saya memerintahkan saya tetap berdiri. Menghampirinya sambil berkata "I am here, I've found you. You'll be fine. Everything will be OK, Sayangku."
Sungguh. Kalau dulu saya pernah membayangkan neraka adalah tempat yang penuh dengan orang-orang yang disiksa karena melakukan dosa-dosa di dunia. Mungkin saya salah. Neraka sesungguhnya adalah ketika saya melihatnya di sana. Di tempat itu.
Dengan segera, memohon ampun dengan tak berdayaku pada Sang Esa. Menggigil dengan apa yang saya saksikan. Mengerikan melihat seseorang yang kita cintai dalam kondisi yang sungguh tidak, saya ulangi, TIDAK pernah dibayangkan dalam hidup.
2012
Hari ini. Setalah saya mereview apa yang terjadi satu tahun ke belakang. Dengan semua warna-warni hidup yang saya jalani di tahun 2011, Saya lancang memberanikan diri bermimpi lagi. Tentang kesederhanaan.
Kalau saya selalu menyalahkan, mengutuk dan mengumpat kepada dunia [dan bahkan Tuhan] tentang betapa tidak adilnya hidup ini. Saya menjadi semakin tau dan sadar. Life IS NOT fair, sometimes. Tapi apa yang bisa saya pelajari dari semua ini adalah mulai menerima kenyataan bahwa hidup kadang2 memang tidak adil, dan hal yang paling bisa saya lakukan ketika hidup tidak berpihak pada saya, adalah memilih dan mengambil hal terbaik yang ada/berikan dalam hidup. Menerima dan menikmati setiap warna pelangi dalam hidup yang akan mewarnai setiap jengkal langkah ini.
We just don't know anything about what will happen in the next minutes in our life, do we.
Jadi, saya, mulai hari ini akan pelan-pelan terus berjalan ke depan 2012. Dan berharap bahwa saya bisa mensejajarkan langkah saya dengan kebahagiaan. Bersama orang-orang yang saya cintai dan mencintai saya.
Selamat datang 2012. Saya masih tetap seorang pemimpi yang keras kepala dan naif. Dan saya akan tetap mencintai mereka, setiap jiwa yang menanamkan cinta, harapan, kebahagiaan dan mimpi dalam diri saya.

1 comment:
Kak Anda :')
Post a Comment