24.8.10

Di setengah perjalanan




Juni dan juli sudah berlalu. Agustus datang lagi. dan September akan segera menyusul.




Sudah setengah perjalanan.




Di setengah perjalanan, aku sekali jatuh hati.  Pada dia, si jelek-pencuri hati nun jauh di negeri sana. Diam-diam  aku coba sembunyikan rasa cinta, tapi toh aku tetap  tak kuasa untuk tak berbicara.  Rupanya cintaku tak sebesar cintanya. Kami tak berkesinambungan. Tak sejalan secara visi dan mimpi. Lalu berakhir kami dengan kata pisah, tanpa pertemuan.Walau (kami) masih menyimpan rasa.




Di setengah perjalanan, aku berani mencoba hal-hal gila ini :

Dengan pertimbangan yang sangat berat, aku memberanikan berhenti dari tempat kerja yang sudah terasa (sangat) nyaman seperti keluarga.

Dengan kepercayaan diri yang tidak pernah besar, aku berani  menjadikan salah satu mimpi lama yang hampir mati, hidup kembali. Mencoba menjadi penari.

Dengan keinginan menggebu-gebu, aku menyakinkan diri  bahwa aku bisa berkompetisi bersama orang-orang pintar se Indonesia untuk mendaftarkan diri sebagai penerima beasiswa S2.




Lalu di sini lah aku.




Di bulan Agustus yang khusyuk.. disambut dengan aura Ramadhan yang menenangkan hati.  Damainya hati ini mendengarkan sayup-sayup suara yang terdengar dari surau di dekat rumah. Tenangnya jiwa ini ketika berada dekat dengan orang-orang tersayang : mamah, papah, abang, dede, dan kalian, teman-teman.

Dan di kepalaku, sudah banyak rencana yang ingin ku jalani setengah perjalanan di masa depan.




Di setengah perjalanan ke depan, aku harus lebih berani. Aku ingin meninggalkan ibu kota. Jakarta yang sangat ku cinta. Jakarta yang membuatku kuat. Jakarta yang memberiku banyak cerita. Ah, Jakarta.  Sudah waktunya aku mengucapkan selamat tinggal.






Di setengah perjalanan ke depan, aku harus bisa mengubah status ku menjadi mahasiswa lagi. Ya. Aku tidak sabar ingin kembali ke kampus. Kembali ke perpus. Kembali menulis. Belajar.




Di setengah perjalanan ke depan, aku akan siap berkomitmen. Menyiapkan diri untuk menjadi satu dalam dua. Karena di setengah perjalanan selanjutnya, aku sudah akan siap. Aku harus siap. Karena aku sudah memantapkan niat. Insyaallah...




Maka, di setengah perjalanan ini, aku menuliskan apa yang sudah dan akan aku lakukan.




Di setengah perjalanan.







-Anda-



No comments: