Hari ke 6.
Masih kedinginan kaya anak kucing kesiram air. Brrrr...
Saya menulis ini dengan jari tangan yang mengerut kedinginan minta ditutupi sarung tangan. Demi kalian, teman-teman tersayang, saya lepaskan sarung tangan dan menarikan jari2 yang kedinginan di atas keyboard kecil saya untuk sedikit kabar.
Perjalanan 23 jam dari Jakarta ke London benar-benar membuat saya drop drop drop. Ga bisa tidur, tapi tetep ga nolak kalo ditawarin makan di pesawat. Hehe, abis makanannya lumayan enak booo.. Selama perjalanan, perasaan saya campur aduk. Takut, seneng, ga sabar, deg2an, ah.. pokonya campur jadi satu. Dalam tidur ayam saya, masih ga percaya saya ada di dalam pesawat menuju rumah lelakiku. Inggris.
| Teman setia, penenang hati dikala galau melanda selama perjalanan ke Heathrow. |
Setelah berdiri ngantre di imigrasi Heathrow 2 jam menunggu passport saya dicap, saya disambut pelukan hangat dari Heather, Mama Mat, di pintu keluar. Mamahnya sampe lari nerobos palang antre-an demi melihat saya celingak celinguk sambil ngedorong trolly dengan 2 koper ditumpuk manis.
Aaaaah.. Lama saya memeluk beliau sambil menangis, sampai juga di Inggris. Batin saya dalam hati. Alhamdulillah.
Muka saya langsung terasa ditusuk jarum2 kecil begitu kami berjalan ke luar bandara menuju ke parkiran. DINGIN BANGEEET. Mereka tertawa2 melihat saya menggigil dan saya sibuk dengan uap yang keluar dari mulut saya setiap saya tertawa dan berkata sesuatu. Haduh, norak lo nda! Mat PASTI akan ngeledekin saya seumur idup kalo dia liat ini. (-_-')
Kaya waktu pertama kali dia bawa saya ke puncak salah satu gunung di Bali dan saya melihat kabut yang sangaaaaat tebal untuk pertama kalinya. Dia ngakak ga berenti2 ngeliat saya mangap2 dan berusaha nangkep kabut di sekeliling saya. Yes, yes, yes, i was like an idiot. But hey, bukankah kita selalu terpesona pada sesuatu yang pertama kali kita lihat?! So, ya udah deh ya. Tolong dimaklumin.
Anyway.
Saya merengek untuk langsung pergi ke rumah sakit kepada mereka, walaupun mereka memaksa untuk membawa saya ke suatu tempat dulu untuk makan dulu. Saya menolak. Saya sudah tidak sabar ingin bertemu lelakiku. Ohh.. that feeling!!! Benar-benar membuat badan bergidik. Mereka pun tidak bisa menahan permintaan saya, dan kami langsung meluncur dari airport ke rumah sakit di Derby Hospital.
Waktu saya sampai, dia sedang tidak ada di ruangan karena harus dibawa ke ruang MRI untuk scan. Saya langsung khawatir, takut terjadi apa-apa. Tapi mereka bilang itu hal rutin yang biasa dilakukan. Jadi mereka memeinta saya untuk tidak khawatir.
Saya menunggu dia di depan pintu ruang MRI scan. Meski saya sudah dilapisi 3 jaket dan sarung tangan, dan berada di dalam ruangan, badan saya masih tetap menggigil. Lebih karena gugup bertemu dia lagi setelah 4 bulan, dan khawatir kalau2 dia kenapa-kenapa dari MRI scan ini. Orang tua Mat bilang, Mat mungkin akan tertidur dan tidak akan menyadari kehadiran saya setelah MRI scan. Saya pun maklum dan mengerti. Saya tidak perlu dia melakukan sesuatu ; bergerak atau membuka mata, saya hanya ingin melihat dia lagi. Itu sudah lebih dari cukup.
Setengah jam kemudian, dia keluar dari ruang MRI scan.
Ya Tuhan... My sayang. There he is, kata saya dalam hati. Gusti... saya benar2 tidak bisa menahan air mata. Saya berusaha menenangkan diri dan kuat berjalan menghampiri dia. Si porter, yang bertugas mendorong dan membawa Mat kembali ke ruangannya berhenti melihat saya di depan pintu dan tersenyum, seolah mengatakan "Silahkan kalau mau berkata Hallo."
Tidak ada kata-kata yang keluar. Speachless! Dan saya sudah tidak perduli ketika muka saya sudah banjir airmata. Saya menyentuhkan jari-jari saya ke wajah dan tangannya. Dia bergerak. Ya Allah.. saya melonjak kaget. Demi tuhan saya langsung membeku. Mama dan Papanya menarik badan saya dan membiarkan si porter mendorong ranjang Mat kembali ke ruanganya di lantai 4.
Mereka menenangkan saya dengan secangkir coklat panas. Saya menarik napas beberapa kali. Mencoba mengontrol diri. Masih saja saya merasa ini mimpi. Karena MEMANG saya sering memimpikan hal ini terjadi suatu hari nanti. Tapi ternyata ini bukan mimpi. Saya berada di Inggris dan saya melihat dia lagi!! Saya bahkan menyentuhnya beberapa saat yang lalu. Oh bless...
Setelah suster sudah memindahkan Mat ke ruangannya dan membuatnya nyaman, saya masuk dan berdiri di samping tempat tidurnya. Masih dengan tangan bergetar, saya meletakkan tangan saya di atas telapak tangannya. Lalu saya saya mencium kening dan pipinya sambil berkata, "Hallo Sayang.. Good to see you again."
Saya menghabiskan 2 jam berdiri di samping dia memandanginya tanpa berhenti. Oh, how much i miss this man!! Sampai akhirnya saya harus pulang ke rumah. Saya tdak sama sekali merasakan jetleg, mungkin terlalu excited bertemu dengan dia.
*****
Saya terbangun di kamar mungil yang "hangat" keesokan harinya. Untuk sekian kalinya saya katakan ini, saya masih terasa seperti mimpi.
Saya langsung turun ke bawah setelah sekitar 10 menit memandang ke luar jendela pemandangan dr tmpt tidur saya. I'm really in England now.
| ini pemandangan dari jendela kamar tidur saya |
Jam 6 pagi. Di luar masih gelap dan saya bisa menebak seperti apa dinginnya kalau saya buka jendela or pintu rumah. Jadi saya hanya berdiri saja di samping pintu dapur sambil memegang secangkir coklat panas.
Beberapa menit kemudian, saya benar2 tidak bisa menahan godaan untuk menentang udara dingin. Dengan 3 lapis jaket, 2 syal dan boots selutut, saya mengambil kamera dan memberanikan diri ke luar kamar dan berjalan ke luar rumah.
| Rumah "saya" nyempil di tengah situ. |
| ini tampak lebih dekat. |
| belakang rumah |
| jalan samping menuju belakang rumah |
Bbbrrr.. dingin. Saya hanya bertahan selama kurang lebih 10 menit berjalan ke luar rumah dan mengambil foto-foto di atas. Lalu berlari ke dalam rumah dengan napas tersenggal2 kedinginan.
Oh. Saya harus menceritakan bagaimana Mama dan Papanya sudah sangat siap menyediakan saya dengan segala perlengkapan musim dingin yang saya perlukan jauuuh sebelum saya sampai dan menjejakkan kaki di Inggris. Mamanya bahkan sudah menyiapkan SEMUANYA (jaket, baju dingin, boots, syal, dll) untuk saya dari bulan oktober taun lalu!! Agak berlebay memang beliau ini. Bless her..
Saya sebenarnya sudah diwanti2 untuk tidak usah membawa apa-apa dari Indonesia, tapi ya moso saya ga bawa baju sama sekali ya. Dasar saya deugeul (keras kepala, in sundanese) saya teteup bawa baju2 saya satu koper penuh. Mamanya geleng2 kepala pas liat baju2 saya dan berkata "Where do you think you'll wearing these clothes to, Anda?! You'll be freeze with these clothes!!" Hehe.. dia kanan. She's right. Ini beberapa poto yang bisa kalian lihat betapa mereka sangat mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang untuk kedatangan saya.
| Sepatu WAJIB yg harus dipakai di dalam rumah, kalau ga mau kaki beku kedinginan. |
| peralatan perang dalam rumah : piyama, jaket, kaos kaki, dan mantel bulu. |
| Ini satu lemari isinya baju2 yg udah disiapin. Dan masih ada satu lemari di kamar sebelah, isinya jaket semua!!! |
| lucu ya kaos kaki akyuuuu |
| I love this little room |
| favorite spot in the house. WARM!! |
| Pintu masuk rumah |
| tempat favorite kedua setelah cerobong asap, yes.. dapur! |
Saya tidak sabar menunggu jam 11 karena itu berari waktunya berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk kekasih hati. Mandi adalah hal yang paling saya kurang suka sekarang. Walaupun kami punya air panas, tapi tetap saja dingin yg akan saya rasakan setelah saya mengeringkan badan akan terasa sangaaaaaat menusuk.
Kota tempat tinggal lelakiku sangat indah. Saya benar-benar jatuh cinta dengan keasrian dan pemandangan kota kecil ini. Cantik sekali.
Mereka bilang, kota ini akan terlihat sangat cantik di musim panas. Soalnya di saat sekarang ini semua terlihat grey karena cuaca yg masih belum begitu baik. Booo ini aja udah cakep banget deh menurut gw! Ga usah menunggu summer juga udah terlihat luar biasa mempesona bagi saya.
Saya ambil beberapa poto di perjalanan dari rumah ke rumah sakit. I love the houses around here. Mengingatkan saya pada film The Holiday!!
| salah satu bangunan tua yg banyak saya lihat di sepanjang jalan |
| Ga ada macet dong! :)) |
| SUKA sekali bangunan ini!! |
| Jalanan waktu "normal" (sama sekali ga ada macet, sepi booos!) |
| Berliku2 turun ke bawah, ini aslinya cantik bgt. Maaf kamera saya jelek, jd gambarnya gelap. |
| Aaaaahh.. look, sheeps!! |
| Demi dapet foto lebih deket, saya memelas minta papanya berhenti sebentar untuk melihat Shaun the Sheep lebih jelas. Hehe.. ada bulu mereka yg rontok nih. Ga pake Dove kali ni domba2!! |
| I wont walk in that kind of weather, man! Too cold dong!!! |
Ok, time to go. Untuk sementara, saya bercerita sampai sini dulu ya. Saya akan berusaha untuk mengupdate apa yang terjadi selama saya di sini.
Semua yang berhubungan dengan Mat dan apa yang saya alami, lihat dan rasakan di tempat kelahiran kekasih hatiku.
Cheers,
Anda
xxxx
6 comments:
Enenggg... I smile-smile baca ini. Bless you, Bless Mat, Bless Heather, Bless Simon. Foto tercantik gw udah diedarkan di Notthingham dan sekitarnya?? :P -iboy-
Hai meiiiss.. seneng deh, ngeliat foto2 jij bukan lagi seputaran jakarta atau serang.. but England hehe.. Glad to know that u're in the rite place already.. ahhh.. salam buat mat yaa, semoga dia baik2 selalu dan cepat sembuhhh... *peluukk biar ga kedinginan* :* :* :*
ooh, bitch.. bless you!
itu sepatu di dalem rumah unyu-unyu beneeerr... salam untuk matt, semoga dia cepet sembuh setelah kehadiranmu di sanaaaa...
Nennnnngggg...... Cemaaanggeeuuuuddd yak di sana...... Be tough...... Salam bwt Matt and his family.... Hehhehe
God Almighty bless you anda! glad to hear that u've met your bf, cheers and enjoy ur days! ;) -jjg-
sterkte anda :)
Post a Comment