7.12.11

Banyak hutang


Hari ini hidup saya dimulai jam 11 pagi. Sebenarnya saya sudah bangun sejak jam 8 tapi masih gegoleran (bahasa sunda-tidur,bermalas-malasan) sampe akhirnya selesai mengumpulkan nyawa dan beranjak dari tempat tidur jam 11an.

Saya langsung mengecek email dan hp. Belum ada kabar apa-apa. Hmm.
Kemudian, teman baik saya mengirim sms ketika saya sedang menggelataki dapur mencari sesuatu untuk dimasukkan ke mulut saya.

"Jadi beli harmonika*?" begitu isi pesan singkatnya.

Saya tidak langsung menjawab. Alih-alih menuju kamar mandi dan baru keluar setengah jam kemudian. Mandi dan melakukan ritual lainnya.

"Jadi dong. Jemput gw sejam lagi ya, neng." Message sent.

Menunggu dia datang, saya kembali berkutat di depan komputer. Sebenarnya saya lagi sebel sama komputer saya. Udah beberapa hari ini dia diam saja. Dari ketiga alamat email saya, semuanya anteng. Diam sunyi senyap tak bersuara. Betek!!!

Jadi saya ngomel2 dan sebel deh sama si komputer. Sebenernya sih bukan salah si komputer ya, cuma saya ga tau mau sebel ke siapa lagi. Abisnya setiap hari begitu bangun tidur, di rumah ga ada orang. Yang ada ya si komputer ini. Habis lah dia saya maki-maki dan dzolimi.

Karena tidak ada apa2 di email saya, saya lalu iseng membuka dasbor blog saya. Ya tuhan. Saya menyusuri tulisan demi tulisan saya dua tahun silam. Saya menghela napas panjang. Anda, anda.. kamu memang suka menulis ya... (dulu!).



Di bagian edit entri, saya melihat ada beberapa draft tulisan yang sudah setengah jalan, tapi belum selesai. Terbengkalai begitu saja. Kasian sekali. Saya sampe ga tega liatnya. Draft paling tua, tertanggal 8 november 2010. Setahun lebih yang lalu. Saya bahkan sudah memberi judul tulisan itu "Mari makan.. Buon Appetitto!!". Lalu semakin ke atas, saya melihat beberapa draft lagi. Ada sekitar 5 draft tulisan terhitung dari November 2010 sampai April 2011. Lagi2 saya menghela napas.

Entah ada energi atau dorongan apa, saya tiba2 saja langsung meletakkan jari saya di keyboard dan menulis ini. Mungkin karena merasa bersalah (pada diri sendiri) atau sekedar membunuh waktu menunggu sang sahabat datang menjemput. Entahlah.
Yang pasti nanti setelah saya pulang, saya ingin menyicil hutang saya.
Mungkin tidak akan sistematis dan berurutan. Saya tidak berani janji. Tapi yang pasti saya INGIN mulai menulis lagi.

Teeet, teeeet...!!! Itu suara klakson teman saya. Saya pamit dulu sebentar. Nanti saya kembali. Mudah2an si energi positif menulis itu masih betah dekat2 saya.


Anda



*soal Harmonika, nanti saya posting cerita ini secara terpisah.

No comments: