Sudah sampai lagi saya di tanah air tercinta.
3 bulan berasa 3 hari. Cepat sekali.
3 bulan berasa 3 hari. Cepat sekali.
Sekarang saya harus berkutat lagi dengan skype, sms dan telepon demi mendengar dan berkomunikasi dengan kekasih hati.
Roma tidak dibangun dalam satu hari. Dan berantakannya hidup saya sejak juli tahun lalu masih sangat butuh kerja keras untuk mendekati kata rapi dan tersusun lagi.
Dia masih berjuang buat balik ke dunia nyata. Ke keluarganya, ke saya, ke teman-temannya, ke kehidupannya yang baru.
Saya masih berjuang buat balik ke dunia nyata juga. Ke keluarga, ke pekerjaan, ke mimpi-mimpi saya, yang salah satunya adalah dia.
Saya masih berjuang buat balik ke dunia nyata juga. Ke keluarga, ke pekerjaan, ke mimpi-mimpi saya, yang salah satunya adalah dia.
Kalau boleh bermain-main dalam khayalan, saya ceritanya masih belajar. Belajar di universitas. Bukan, bukan di UI lagi. Kali ini Universitas Semesta, namanya. Dan sekarang saya sedang mengambil mata kuliah yang (menurut saya) menarik dan menantang. Nama mata kuliahnya : Ikhlas.
Familiar atau pernah denger kata itu?
Dulu setelah (dan sebelum, mungkin) kejadian ini. Rasanya saya tidak sudi
dan ga kepikiran buat deket-deket atau bahkan ngambil mata kuliah ini.
Cih.
Dulu saya keras kepala dan beranggapan Ikhlas sama artinya dengan menerima aja apa yg ada.
Bah.
Apalah bedanya dengan menyerah?!
Tapi berbulan-bulan saya dihajar dan diterpa segala macam kesedihan,
saya toh juga dibanjiri semangat dan dukungan dari orang-orang tercinta.
Lalu wa'allahualam.
Lalu wa'allahualam.
Tentu saja saya tidak langsung menerima semua dengan ikhlas. Lagi-lagi seperti yang saya bilang di atas. Saya masih belajar.
Sekarang, yang harus saya lakukan adalah maju terus ke depan. Entah harus belok kiri atau kanan atau lurus saja. Yang pasti saya harus terus jalan. Karena itu yang dia lakukan juga. Terus berjalan. Dan mudah-mudahan, nanti. Ya, suatu hari nanti. Kami akan bertemu di persimpangan jalan.
Bergandengan tangan lagi dan berjalan bersama menuju akhir perjalanan kami.
Sementara ini, saya harus berdamai dengan keadaan yang memisahkan kami.
Saya ikhlas.
3 comments:
anda.. kami akan selalu berdoa untuk kalian..
Sabar gado2 kacang tanah,kalo jodoh ga kemana
semangat terus yah anda... semoga tuhan mengijinkan kalian untuk bersatu kembali... amin
Post a Comment