2.8.09

Kembar

In my life, saya selalu -tanpa sengaja- berada di lingkungan yang berhubungan dengan kembar. Ya. Percaya atau tidak. Keadaan kaya gini saya sebut dengan lingkaran kembar. The circle of twins. Dimulai dari lingkungan terdekat : keluarga.

Saya cuma punya adik cowo satu, tapi kembar *Jadi saya ralat, saya punya dua adik cowo. Kemudian, saudara jauh saya (bisa dibilang seperti tante) yang baru menikah beberapa tahun lalu, sekarang punya anak kembar cewe. Waktu di kampus, dua orang temen deket saya juga kembar. Dosen saya, kembar. Lalu setelah bekerja sebagai guru, saya punya satu murid cowo kembar (dua-duanya murid saya), dan satu orang murid yang punya anak kembar cewe. Jadi, total orang kembar yang ada di sekeliling saya saat ini ada : 14 orang a.k.a 7 pasang. Yes. That many, people!

Let me write them all here :

* Adik saya : I used to call them Abang and Dede ( real nama are Benbella and Febri)
* Keponakan saya : Sinta dan Santi
* Teman dekat : Icha and Dino
* Temen kampus : Meida and Meida
* Dosen : Mv. Arie and her twin sister *saya ga tau namanya siapa
* Murid saya : Matthew and Stuart
* Anak murid saya : Diana dan Sofia

Dari tujuh pasang kembar itu, cuma satu pasang yang kembar cowo-cewe : Icha and Dino

Beberapa bulan yang lalu, saya berkenalan dengan seorang yang ternyata kembar juga. Mereka adalah teman dari senior saya waktu kuliah. Mereka orang belanda. Namanya Niels dan Erik. Saya kenal mereka hanya dari obrolan di YM messenger dan FB. Ga pernah kepikiran kalau suatu saat akan bertemu dengan mereka.

Ternyata, mereka sedang melakukan long traveling ke sebelah bagian dunia : mulai dari Belanda, Inggris, Jepang, Korea, Vietnam, Kambodja, Thailand, Indonesia, Singapore, Malaysia dan akan balik lagi ke Belanda. Fiuh.. kinda cool trip huh?! *iri mode : ON

Sebulan yang lalu, kami ga sengaja online dan ngobrol. Dari obrolan itu saya tau kalau mereka akan dateng ke Indonesia dalam rangka tur panjang mereka. Saya sih seneng2 aja mereka mau nengokin Negara saya ini. Secara keliatannya mereka aga2 freak sama segala sesuatu yang berbau Indonesia. Jadi sebagai teman yang baik saya bilang “you’re always welcome in my country” . kemudian si kembar berkata “Thanks, we’ll see if we maybe could meet someday in your city”. Oke, jawab saya singkat.

Waktu sebulan ga terasa, tau2 mereka udah ada di Indonesia, Jakarta lebih tepatnya. Mereka memberi kabar bahwa mereka akan tinggal kurang lebih 3 minggu di Jakarta dan bertanya apakah ada kemungkinan kami untuk bertemu.

Mulanya saya aga males-malesan buat bener-bener ketemuan. Mmm, selain karena aga susah ngatur jadwal kerja saya dan waktu luang mereka, saya juga sebenarnya ga deket2 amat sama mereka. So I wasn’t really excited at that time. Tapi setelah dipikir-pikir, sayang juga kalau sampai ga ketemu. Lagian, lumayan juga untuk menambah jumlah angkat di list “orang kembar yang saya kenal” hehehe..

So yeah, akhirnya kami bertemu juga. We had a good time. Dan saya merasa puas dan senang bisa bertemu langsung dengan mereka. They are such a good person. Truely. I almost felt in love with them. Dari tujuh pasangan kembar di atas, termasuk adik2 saya. Jenis kembar satu ini menarik sekali. Baru kali ini saya bertemu dengan kembar yang bangga dengan kekembarannya. Sungguh! Adik saya?? Naaah, I don’t even sure if they’re born as a twin brother. They’re totally different! Sedangkan mereka? Mereka seperti mensyukuri dan bisa dibilang bangga sekali dengan status mereka : anak kembar. *plok plok plok, saya harus bertepuk tangan untuk hal yang satu ini.

Awalnya saya cuma terkejut dengan kesamaan atribut luar mereka macam, baju yang SELALU sama. Sepatu dengan warna, model dan ukuran yang sama. Bahkan gelang kecil yang dipake mereka juga sama-sama di sebelah kanan. Beruntung hari itu mereka memakai celana dengan warna yang berbeda. Kalau ga, matilah saya berusaha sekuat tenaga membedakan mereka. Tapi kemudian, setelah mendengar cerita lengkap mereka tentang kehidupan yang mereka jalanin selama ini. Saya bahkan tambah terkejut dibuat mereka. Boooooo, mereka beneran sama dalam semua hal!! I mean SEMUA. Saya ampe keabisan pertanyaan menanyakan apakah mereka sama dalam satu hal, dan jawabannya selalu “yes, we have that thing same.” Hmmm… now im really speechless

.

Bertemu dengan mereka dan akhirnya kenal lebih jauh dengan mereka membuat saya selalu bertanya-tanya. Kalau semua yang mereka pakai sama, misalnya dalam hal pakaian, lalu siapa ya yang menentukan mau pakai baju apa hari ini atau besok ya? terus, kalau misalnya salah satu di antara mereka nemuin cewe duluan, gimana ya sama yang satu laginya? Ga kebayang. Pasti bakal dilematik *sotoy berat, Anda.

Saya sendiri tidak pernah berharap (kalau bisa, jangan sampai) mendapatkan pacar atau suami yang kembar. Duh, saya benar-benar sudah merasa tercukupi dengan orang-orang kembar di sekeliling saya. Saya sebenernya sedikit cemas kalau-kalau nanti ternyata saya akan punya anak kembar (please God, you know my capacity and ability) secara saya memang mempunyai gen kembar yang cukup besar dilihat dari sejarah keluarga. Jadi, mudah-mudahan Tuhan berbaik hati memilihkan saya seseorang yang bukan kembar atau ada keturunan kembarnya. Saya mau yang normal saja ^.^

Kemang, 29th July 29, 20009

No comments: