11.6.10

one sweetness at the dentist

.....

"excuse me, what is your name young lady?" Tanya seorang bapak tua tiba-tiba. Membuyarkan konsentrasi saya yang sedang asyik chatting dengan teman-teman di BB. Saya tentu saya heran, kenapa bapak ini berbicara dalam bahasa Inggris pada saya.

Siang itu, saya sedang mengantre di klinik gigi. Periksa rutin bulanan. Tidak seperti biasa, saya datang lebih awal sekali. Karena hari itu saya tidak ada kegiatan apa-apa. Tidak ada kelas dan tidak ada sesuatu yang harus dikerjakan.

Pagi membaca buku di kosan, lalu setelah makan siang, saya langsung pergi ke tempat dokter gigi saya. Dan ketika sampai di sana, saya adalah orang pertama yang duduk di ruang tunggu dan mendaftar. Dokter saya bahkan belum datang. Kira-kira 5 menit kemudian, masuklah si bapak ini ke dalam ruangan dan mengambil tempat duduk di depan saya.


"Anda." jawab saya.

"Hi Anda. Sorry, i didnt mean listening to your conversation, but you spoke very good English" Katanya lagi.

Saya tentu saya kaget. Tersenyum, dan menjawab :"Oh, Thank you, Sir."



10 menit yang lalu...

All the single ladies... all the single ladies....  Ringtone di handpone saya berbunyi. Kantor calling...begitu tertulis di layar handphone saya.

"Yes, Miss Sekar." Langsung saya angkat dengan nada ceria.
"Hey Miss Anda." terdengar suara seorang wanita di ujung sebelah sana.
Tentu saja saya sudah tau itu telepon dari Sekar. Seorang teman yang sekarang menggantikan pekerjaan saya semenjak saya resign dari kantor.

Dia menelepon saya untuk menanyakan hal-hal kecil dan memberi tau bahwa akan ada murid baru yang ingin belajar dengan saya. Dia juga meminta jadwal saya, dan bertanya apakah saya bisa mengajar calon murid ini nantinya.
Saya dengan senang hati menjawab semua pertanyaan dia satu per satu. Dengan bahasa campuran : Indonesia, Inggris dan Belanda. Bahasa sehari-hari yang selalu saya campur aduk. Kebiasaan buruk!

Rupanya, tanpa saya sadari, si bapak tua mencuri dengar pembicaraan saya dengan kawan saya ini.
Lalu, entah untuk alasan apa, dia mencoba mencuri perhatian saya. Dia tiba-tiba memainkan harmonika ketika saya sibuk berbicara di telepon. Saya pun melirik ke arahnya yang sedang asyik memainkan sebuah lagu.

Saya adalah orang yang mudah ter-distract. Apalagi jika gangguan itu datang dari sesuatu yang menarik perhatian saya : Musik.
Tentu saja dengan mudah, konsentrasi saya terpecah. Sambil berbicara dengan Sekar di telepon, mata dan telinga saya tertuju jelas pada bapak tua yang sedang memainkan harmonika itu.Oh, nice sounds.

Setelah telepon ditutup. Musik yang tercipta dari harmonika itu pun sudah berhenti lebih dulu. Saya pun langsung menyibukkan diri, kembali chatting dengan teman-teman di BB.


"I was really impressed that you spoke fluently english. I've been talking to many people here in English, but their English was not good as yours." Katanya lagi, menyambung pertanyaan pertama tadi.

"Oh, thank you very much. Im flattered." Jawab saya tulus.

"What should i address you, Mr...?" Tanya saya dengan sopan pada pria yang mungkin berumur sekitar 60 tahun.

"Antonious Johan ...." Namanya panjang sekali. Saya lupa nama lengkapnya. Tapi dia meminta saya memanggilnya Anton saja.

"Nice to meet you, Pak Anton" Kata saya.
"Pleasure to meet you, Anda." Jawabnya.


Tanpa terasa, kami sudah terlibat dalam pembicaraan ringan dua orang asing yang tidak saling mengenal tapi terasa dekat. Dan kami melakukannya dalam bahasa Inggris. Rasanya aneh sekali. Berbicara dengan orang Indonesia dengan bahasa Inggris. Sungguh aneh.

Saya juga terkejut ketika mengetahui dia bisa berbicara dalam bahasa Belanda. Dengan cepat saya menukar bahasa Inggris saya dengan bahasa Belanda saya yang buruk.  
Sigh..
Susah payah saya menjawab dan bertanya dengan bahasa yang sudah saya pelajari selama lebih dari 5 tahun. Rasanya masih tetap sulit. Belanda oh belanda.


Dia seorang pria tua yang hangat sekali, seperti Papah saya. Suka berbagi cerita. Dia adalah seorang pensiunan yang dulu bekerja sebagai insinyur. Sudah berkeliling dunia dan kaya pengalaman menarik. Saya masih belum percaya saya bisa dengan mudah berbicara banyak dengan orang tua ini. Saya lalu langsung memperlihatkan ketertarikan saya pada harmonika yang sempat dia mainkan tadi.

Dia lalu mulai bercerita tentang musik, keluarga dan hidupnya. Saya mendengarkan dengan serius. Dia juga bertanya sedikit tentang kehidupan saya. Kami pun terlibat dalam obrolan ringan yang santai.

Lalu, dengan suara beratnya dia berkata "I think you are a nice girl. Keep be yourself and be good to people. Before the doctor comes, I have a song for you, Anda"

Saya hanya bisa tersenyum mendengar dia berkata seperti itu.


Cos im leaving on the jetplane.. dont know when i'll be back again.. Oh, babe i hate to go....
terdengar melodi indah lagu Leaving on The Jetplane dari harmonikanya.

I was melted.
What's wrong with this song?!?!? Oh.. God only knows why!


Setelah dia selesai memainkannya, saya bertepuk tangan "Well done, Pak Anton. Very nice. Thank you.
Mmm... but, why did you choose this song for me?" Tanya saya penasaran.

"Just because." Jawabnya dengan ringan.


Saya tersenyum. Saya tidak mengerti, memang. Saya tidak perduli. Semesta selalu bekerja dengan cara yang tak terduga. Saya kembali mendengarkan dia memainkan lagu lain yang sengaja dia mainkan untuk saya sebelum dokter datang, dan asistennya memanggil nama saya masuk.


Random sweetness.



Siang itu, ruangan dokter yang masih sepi terasa sangat tenang dan romantis oleh suara harmonika Pak Anton.

2 comments:

daboe ;) said...

Yesss!!! seperti biasa saya orang pertama yang memberi komentar.
cieee...cieee...young lady :)
hati2 nda nanti kayak iboy loh suka bapak2 tua, hehe :D

kayaknya lagu Leaving on The Jetplane pertanda lo bakalan terbang lagi ndaaaa...kita liat saja apa yang alam semesta inginkan.

cheers with love -daboe-

Anda said...

haha.. no worries dab, hatiku sudah tercuri oleh si mata biru.

Amin untuk yang "leaving on the jetplane"-nya..


May semesta be good to me.