14.6.10

Sex is NOT a crime!

Cukup!

Saya gerah. 
Saya kesal. 
Saya tidak bisa berdiam diri.
*Sabar, Anda... Tarik napas panjang, keluarkan pelan-pelan. Ulangi lagi...*


Arrggghhh... saya ga bisa diam! saya harus ngomong. Paling ga di sini, di blog saya. Di dunia yang saya ciptakan sendiri.

Okey.. So, Indonesia dihebohkan dengan munculnya video sex Ariel-Luna (Dan entah ada berapa wanita lagi) yang tersebar bebas di internet. SO WHAT?!?!????

Tunggu. 
Saya ga mau marah soal itu. Bukan.

Jangan tanya pendapat saya tentang video itu karena bukan itu inti kekesalan saya.
Saya kesal dan jengkel sekali pada orang-orang itu. Orang-orang yang berkoar-koar, ribut-ribut teriak di tivi, mempermasalahkan moral artis yang membuat video sex ini.

Aduh, Bapak-bapak, Ibu-ibu, maaf.. saya memang masih kecil dan belum berpengalaman banyak tentang menjadi bijaksana dalam menanggapi issue sosial seperti ini. Tapi, sikap kalian yang meledak-ledak dan cenderung menuju provokasi membuat saya muak!


Bagaimana saya bisa menghormati kalian, orang-orang yang katanya mau "menyelamatkan" moral bangsa dengan membereskan moral -yang menurut mereka sudah dirusak oleh kehadiran video sex itu- rusak HANYA karena video sex?!?!?

Saya ga abis pikir, kenapa mereka menjadi marah sekali. Kenapa mereka sibuk mengajak orang-orang membenci Ariel dan Luna? Kenapa mereka "berbaik hati" sekali ingin membenarkan moral setiap orang di negeri ini??


Tolong saya! Didik saya yang tidak mengerti tentang moral. Berikan saya contoh yang baik menjadi orang yang bijak dan tidak menghakimi, menjadi orang yang memberikan jalan keluar, dan bukan orang yang menambah masalah. Ajari saya menjadi orang yang positif, dan tidak mengarah ke negatif.


Sungguh kasian nasib sex di negeri ajaib ini. Tempatmu terbatas. Kau dijadikan nista dan hina, oleh mereka yang tidak (atau belum) bisa menerima bahwa sex adalah sesuatu yang bisa saja indah, dan bukannya sesuatu yang kotor, dosa dan tabu.
Oh.. saya tidak mau berbicara tentang dosa. Karena mungkin untuk beberapa orang, dengan menulis tentang sex saja, saya sudah berdosa. Kotor. Tapi, kemudian biarkan saya bertanya, siapa yang menentukan dosa seseorang?

Menurut saya, semua hal punya konsekuensi sendiri. APA PUN itu. Tidak usah berbicara tentang dosa dan moral kalau tidak tau konsekuensi apa yang nanti harus ditanggung.
Tanggung jawab. Itu hal yang paling penting buat saya. Bertanggung jawab terhadap sikap kita menanggapi sex, bertanggung jawab ketika harus menghormati banyak orang, yang mempunyai berbagai macam latar belakang agama, kebudayaan, dan kebiasaan dalam berhubungan dengan sex.
Tanggung jawab.


Kasihanilah saya, adik-adik saya, anak-anak bangsa yang lebih kecil. Yang belum mengerti banyak tentang sesuatu yang "menggoda" untuk kami ketahui ini. Tolong jangan buat kami menjadi anak-anak yang kelaparan pengetahuan dan membiarkan kami salah jalan. Beri tahu kami dengan benar. Ajari kami, dengan cara yang semestinya. Dan tidak dengan kebencian, kejijikan, kehinaan atas nama sex.


Saya percaya ini adalah masa di mana kita bisa belajar untuk lebih dewasa dalam menanggapi masalah yang -oh, sudah lama sekali ada- selalu muncul di masyarakat. Mungkin sudah waktunya untuk tidak menabukan sex. Sex is taboo, mungkin akan lebih baik digantikan dengan sex is normal to talk about.


Sigh.

Baiklah. Saya sudah merasa lebih baik.
Semoga kita adalah orang-orang yang selalu belajar dari apa yang sedang terjadi di sekeliling kita. Dan, sekali lagi.. tolong jangan menghakimi siapa pun. Karena kita bukan hakim. Lagipula, Sex is NOT a crime.








4 comments:

daboe :) said...

Nanda, aku suka postinganmu yg ini. Unek2 lo hampir sama kayak gw.
Perlu ada sex education di sekolah2, supaya tuh bocil2 ga sembarangan menilai sex. Dan para orang tua juga jangan malu2 kasih tau ke anaknya.
Indonesia..oh Indonesia..sesuatu yang tabu untuk dibicarakan pasti nikmat dibicarakan.

Yes, sex is not a crime, it comes natural.
Kita yang melakukan, kita juga yang tanggung jawab. So what?
It is my life and that is yours. :D

Anda said...

Mengutip komentar Gita Romadhona di status FB gue : ya, sepakat Nda. moralitas menjadi kabur ketika kita semua menikmati amoralitas yang kita kutuk itu sendiri. seks masalah pribadi mereka, publik kok yang dengan senang hati mengunduh dan menyebarkannya. menjadikannya tontonan dan beramai2 menaikkan rating infotainment. Ariel mungkin gak bermoral, tapi publik yang menghujat, apa bedanya?

JLEB!!

daboe ;) said...

Nanda...mba Julia Perez mau komentar di blog lo, tapi dia malu. Jadi, dia nyuruh gw nulis ini:

The New York Times bahkan juga mewawancarai model dan artis yang kerap berpakaian seksi Julia Perez soal video porno mirip Ariel itu. "Kami melindungi diri dengan agama, kami melindungi diri dengan budaya, tapi masyarakat Indonesia harus membuka mata bahwa ada orang-orang yang mencintai seks, seks itu normal, seks itu kebutuhan."

dikutip dari: http://www.tempointeraktif.com/hg/amerika/2010/06/14/brk,20100614-254968,id.html

Anda said...

Please say thanks to Julia Perez for her comment, Dab.

Seharusnya dia ga usah malu-malu *hihihi PD akut, ANDAAAA*

and.. tentu saja, terima kasih untukmu, Dabuku sayang.

Kusjes!!